MAKASSAR – KEBAKARAN yang terjadi di kawasan permukiman padat penduduk, tepatnya di Jalan Andi Tondro, Kelurahan Pabaeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, menghanguskan tujuh unit rumah warga pada Jumat sore.
Peristiwa ini mulai terdeteksi oleh warga sekitar pukul 15.15 Wita, ketika kepulan asap dan kobaran api tiba-tiba muncul dari salah satu rumah panggung di kawasan tersebut.
Warga setempat segera berupaya memadamkan api dengan peralatan sederhana sambil menunggu kedatangan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar.
Dalam respons cepat, Damkarmat menerjunkan 24 unit armada dari Mako Induk, termasuk satu unit mobil rescue untuk menjangkau area yang sempit dan padat di lokasi kebakaran.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Makassar, Hasanuddin, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan seluruh kekuatan mengingat kondisi medan yang sulit diakses. “Ada 24 unit yang kita kerahkan, termasuk satu unit rescue untuk masuk ke lorong-lorong sempit,” ungkap Hasanuddin.
Akses menuju titik api memang menjadi tantangan bagi armada Damkarmat, sehingga unit rescue berperan penting dalam memadamkan api. “Alhamdulillah, setelah kami tiba di lokasi, kami dibantu oleh warga yang memberikan keleluasaan untuk bekerja, sehingga proses pemadaman berjalan lancar,” tambahnya.
Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.30 Wita, setelah tim Damkarmat tiba di lokasi. Selain pemadaman, petugas juga melakukan pendinginan di area yang terbakar untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. “Saat ini masih dalam proses pendinginan. Akses menjadi salah satu kendala, terutama untuk kompleks sebelah,” jelas Hasanuddin.
Dari pendataan sementara, kebakaran ini menghanguskan sekitar tujuh rumah, yang sebagian besar merupakan bangunan rumah panggung dan kos-kosan. “Kami masih melakukan pendataan lebih lanjut mengenai kerugian material dan penyebab kebakaran,” ujarnya.
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban luka maupun jiwa. Kebakaran yang melanda lahan seluas sekitar 35 x 40 meter persegi ini sempat membuat panik warga sekitar akibat kepulan asap tebal dan api yang cepat menjalar. “Sampai saat ini, kami belum mendapatkan laporan mengenai luka bakar atau korban lainnya,” pungkas Hasanuddin.
Damkarmat Makassar saat ini masih melanjutkan pendataan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kerugian yang ditimbulkan dan penyebab pasti dari kebakaran tersebut.[]











