MAKASSAR, Wartana.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memulai sinkronisasi arah pembangunan sektor kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif (ekraf) untuk tahun 2026. Langkah ini dilakukan menyusul tren positif kunjungan wisatawan yang signifikan dan kontribusinya terhadap perekonomian daerah. Sinkronisasi dibahas dalam Sharing Session Strategi Pembangunan Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif kabupaten/kota se-Sulsel yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel pada Rabu, 15 April 2026.
Jufri Rahman menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi serta mendorong penyelarasan program antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Hal ini sejalan dengan kebijakan pembangunan nasional yang menempatkan daerah sebagai motor penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Data menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan, dengan wisatawan mancanegara mencapai 14.685 kunjungan pada 2025 atau naik 7,21 persen dari tahun sebelumnya, serta pergerakan wisatawan nusantara yang tumbuh 16,46 persen sepanjang 2025. Kenaikan ini berdampak langsung pada sektor jasa, perdagangan, dan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Selatan, khususnya pada subsektor akomodasi dan makan minum, juga tercatat meningkat dari 1,2 persen pada 2021 menjadi 1,38 persen pada 2025. “Hal ini menunjukkan peran strategis pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah,” ujar Jufri. Ia menambahkan bahwa sektor ini tidak hanya berdampak pada pelaku usaha besar, tetapi juga membuka lapangan kerja luas bagi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pengrajin, seniman, hingga kelompok sadar wisata di tingkat desa.
Upaya pengembangan pariwisata di Sulsel didukung oleh keberadaan 668 desa wisata yang didorong melalui program seperti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), serta berbagai event daerah yang diupayakan masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN). Capaian pada 2025 juga meliputi penghargaan Wonderful Indonesia Awards (WIA), di mana Muhammad Ikhwan AM meraih penghargaan Local Hero in Tourism dan Destinasi Puncak Bila di Kabupaten Sidenreng Rappang meraih Juara Harapan III kategori daya tarik wisata terbaik tingkat nasional. Di sektor kebudayaan, Sulsel menetapkan sembilan warisan budaya takbenda Indonesia pada 2025 dan empat objek cagar budaya resmi.
Jufri Rahman menjelaskan, karakteristik sektor kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang padat karya dan berbasis komunitas menjadikannya kunci pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif. Pemerintah Provinsi Sulsel menargetkan sektor ini sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa tahun ke depan melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, Andi Mirna, beserta para kepala dinas terkait dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.









