JAKARTA, WARTANA – Juru bicara Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, M. Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah, menyampaikan apresiasi kepada Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, terkait pernyataannya mengenai polemik yang melibatkan JK.
Husain Abdullah mengatakan, Natalius Pigai menyebut M. Jusuf Kalla sebagai negarawan yang tidak memiliki intensi buruk untuk mendiskreditkan agama tertentu. Pigai juga meminta semua pihak tidak mudah terpancing serta mengedepankan pendekatan dialogis dalam menyelesaikan persoalan.
“Kami memaknai pernyataan Menteri HAM RI, Natalius Pigai, sebagai pandangan yang jernih dari pemerintah agar masalah selesai dengan tanpa mereduksi kenegarawanan dan peran Pak JK dalam proses perdamaian Poso dan Ambon. Sekaligus memberi arah dalam penyelesaian masalah yang sedang viral ini,” ujar Husain Abdullah.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini M. Jusuf Kalla tengah berada di Jepang dalam rangka meresmikan sejumlah masjid sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) serta menjalankan agenda lainnya.
Meski berada di luar negeri, JK disebut tetap memberi perhatian terhadap polemik yang muncul akibat pemotongan video ceramahnya di UGM pada 5 Maret lalu.
Husain Abdullah menyampaikan bahwa JK akan memberikan keterangan resmi dan klarifikasi kepada media pada Sabtu, 18 April 2026 di Jakarta. Selain itu, JK juga berencana mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam dan Kristen guna menjelaskan secara utuh konteks ceramahnya.
“Pak JK ingin menyelesaikan ini dengan kepala dingin dan pendekatan dialog, seperti yang selalu beliau lakukan selama ini,” pungkas Husain Abdullah.









