Menanamkan Cinta Tanah Air, Seruan Meity Rahmatia untuk Generasi Muda Makassar

MAKASSAR – ANGGOTA Majelis Permusyawaratan Rakyat RI dari Fraksi PKS, Meity Rahmatia, mengajak masyarakat Makassar untuk menanamkan cinta tanah air pada anak sejak dini, dimulai dari pendidikan dalam rumah tangga. Menurutnya, langkah ini sangat penting mengingat tantangan budaya yang dihadapi di era teknologi dan media digital saat ini.

“Teknologi dan media digital saat ini benar-benar menjadi wahana informasi yang sangat cepat dan melimpah. Selain itu, informasi ini sangat mudah diakses, termasuk oleh anak-anak. Tanpa adanya saringan, informasi ini bersifat person to person. Artinya, hanya literasi dan pengetahuan personal yang bisa memilah informasi yang baik dan tidak baik, atau yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan. Jika anak-anak tidak memiliki kemampuan tersebut, informasi ini bisa saja mereduksi rasa nasionalisme dan cinta tanah air,” terangnya.

Politisi PKS ini mengakui bahwa wawasan tentang empat pilar kebangsaan mulai menipis di kalangan anak-anak generasi Z. Meskipun pengetahuan tentang UUD 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika telah dimasukkan dalam kurikulum pendidikan formal, hal ini dirasa belum cukup. Salah satu masalahnya adalah minimnya budaya literasi atau membaca di kalangan generasi saat ini.

“Media digital membawa pengaruh, pengetahuan, dan kebudayaan baru dari luar Indonesia. Di sisi lain, anak-anak kita tidak memiliki budaya membaca yang kuat terhadap referensi-referensi kebangsaan,” jelas Meity, yang juga merupakan Anggota Komisi XIII DPR RI.

Sosialisasi yang digelar di Hotel Myko pada Minggu (15/06/2025) di Makassar ini juga menghadirkan tokoh masyarakat Sulsel, Zulkifli, sebagai narasumber. Zulkifli turut menyokong pandangan dan ide dari Meity.

“Pada titik inilah peran dan pendidikan dalam keluarga benar-benar dibutuhkan. Mendidik dan membekali anak-anak kita tentang nasionalisme, serta cara memilah informasi yang benar agar tidak mengancam rasa cinta tanah air. Masalahnya adalah jika orang tua juga tidak memiliki kesadaran soal ini. Oleh karena itu, saya mengajak bapak dan ibu sekalian untuk kembali menanamkan nilai-nilai empat pilar ini dimulai dari keluarga,” pungkasnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *