MAKASSAR, WARTANA – Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) terus mendorong penguatan jejaring alumni melalui pembentukan Badan Otonom (Batom) bidang olahraga. Inisiatif ini diproyeksikan menjadi wadah kolaborasi lintas fakultas berbasis sportivitas dan kebersamaan.
Langkah strategis tersebut dimotori oleh komunitas Unhas Football Club (UFC) yang tengah melakukan konsolidasi internal untuk membangun fondasi Unhas Football Community. Proses ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dirangkaikan dengan halalbihalal di kawasan Jalan Pelita, Makassar, Sabtu (4/4/2026).
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang penyelarasan visi bagi para alumni pecinta sepak bola. Dalam diskusi, disepakati bahwa Batom olahraga tidak hanya berfokus pada sepak bola, tetapi juga mencakup mini soccer dan futsal secara inklusif.
“Semangat kolektif ini mulai kita rajut—dengan harapan besar bahwa Unhas Football Community akan menjadi pilar utama dalam menghidupkan jejaring alumni lewat energi positif dan sportivitas,” ujar Chaerul Amir.
Ia menjelaskan, dalam waktu dekat kepengurusan definitif Batom Olahraga akan disusun melalui tim formatur yang melibatkan perwakilan lintas fakultas.
“Formasi pengurus akan digodok bersama dua formatur yang mewakili Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum. Kami juga memastikan keterwakilan dari fakultas lain seperti Pertanian, Peternakan, hingga Transportasi agar semangat inklusivitas tetap terjaga,” tambahnya.
Seluruh proses administratif ditargetkan rampung dalam waktu dekat sebelum diajukan ke pengurus pusat IKA Unhas untuk mendapatkan legalitas dan arahan strategis.
Selain pembentukan struktur organisasi, Batom Olahraga IKA Unhas juga langsung menyusun agenda kegiatan. Fokus terdekat adalah pelaksanaan Turnamen Sepak Bola IKA Unhas AAS edisi kedua yang dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.
Turnamen ini dirancang lebih semarak dengan rencana laga eksibisi yang mempertemukan tim eksekutif dan perwakilan alumni lintas generasi.
“Kami sangat berharap tiap fakultas segera memastikan keikutsertaannya. Mari kita gaungkan bersama agar atmosfer kompetisi kali ini jauh lebih berkualitas dan semarak,” ujar Chaerul.
Ke depan, Batom Olahraga IKA Unhas juga menyiapkan agenda lebih besar berupa turnamen antar-IKA perguruan tinggi se-Indonesia sebagai bagian dari penguatan jejaring alumni nasional.
Sementara itu, Ketua Batom Olahraga terpilih, Azhari Sirajuddin, menegaskan bahwa pembentukan badan ini merupakan bentuk pengabdian kepada almamater.
“Ini bukan tentang sebuah jabatan, tapi tentang pengabdian. Kita ingin organisasi ini menjadi ruang silaturahmi yang dinamis melalui kesamaan hobi di lapangan hijau,” tegasnya.
Menurutnya, sepak bola telah menjadi perekat kebersamaan alumni sejak masa kuliah hingga saat ini, sehingga perlu terus dirawat melalui wadah yang terstruktur.
Dukungan juga datang dari perwakilan PP IKA Unhas, Soewarno Sudirman, yang menilai forum ini telah menyepakati pembentukan wadah inklusif bagi seluruh alumni pecinta olahraga bola.
“Kami sangat mengapresiasi terpilihnya Pak Azhari Sirajuddin. Diskusi ini mempertegas bahwa wadah ini milik semua alumni pecinta bola, baik itu sepak bola lapangan besar, mini soccer, maupun futsal,” ujarnya.
Respon positif juga disampaikan oleh alumni lintas generasi, termasuk Yasidin, yang menilai kepemimpinan Azhari sebagai langkah tepat untuk memajukan sepak bola alumni Unhas.
“Hari ini beliau memimpin Batom Sepakbola IKA Unhas, dan saya seratus persen berada di belakang beliau. Ini adalah langkah hebat untuk kemajuan alumni,” tegasnya.
Pembentukan Batom Olahraga IKA Unhas diharapkan menjadi motor penggerak kegiatan positif, sekaligus memperkuat solidaritas dan identitas alumni melalui semangat sportivitas dan kebersamaan.









