Respons Krisis Kemanusiaan, PMI Bantu Iran dengan Obat-obatan dan Peralatan Kesehatan

JAKARTA, WARTANA – Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan bantuan obat-obatan dan alat kesehatan darurat untuk Iran sebagai bentuk respons kemanusiaan atas dampak krisis akibat serangan Amerika Serikat dan Israel yang merusak berbagai fasilitas kesehatan dan infrastruktur sipil di negara tersebut.

Krisis kemanusiaan di Iran menyebabkan kerusakan luas pada rumah sakit, fasilitas kesehatan, rumah warga, serta mengakibatkan ribuan korban jiwa dan luka-luka. Serangan yang berlangsung masif juga memutus rantai pasok medis dan melumpuhkan sebagian kemampuan produksi farmasi domestik Iran.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Iran, sedikitnya 50 rumah sakit dan ratusan fasilitas kesehatan lainnya mengalami kerusakan parah hingga hancur total akibat serangan langsung maupun dampak ledakan di sekitarnya. Sejumlah fasilitas yang terdampak di antaranya Hospital Gandhi di Teheran serta sebuah rumah sakit jiwa di ibu kota.

Selain itu, lebih dari 180 pusat kesehatan primer, pos kesehatan pedesaan (health houses), dan klinik komunitas mengalami kerusakan sehingga menghambat akses layanan kesehatan dasar, terutama bagi kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Sekretaris Jenderal PMI, A.M. Fachir, mengatakan bantuan obat-obatan dan alat kesehatan darurat tersebut dikirim sebagai respons atas permintaan resmi Pemerintah Iran melalui Kedutaan Besar Iran di Indonesia.

“Bantuan obat-obatan dan alat medis darurat PMI ke Iran ini merupakan respons Ketua Umum PMI Bapak Muhammad Jusuf Kalla atas surat dari Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mr. Mohammad Boroujerdi, terkait permintaan obat-obatan darurat dan peralatan medis,” ujar Fachir.

Ia menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan rakyat Indonesia terhadap masyarakat Iran yang terdampak konflik.

“Bantuan ini bukan hanya sekadar penyampaian bantuan kemanusiaan. Lebih dari itu, ini adalah perwujudan nyata dari komitmen kita untuk menghadirkan empati, kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan, serta solidaritas rakyat Indonesia terhadap rakyat Iran. Kami berharap donasi ini dapat mendukung upaya kemanusiaan dan layanan bantuan medis yang sedang berlangsung bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, Minister Counsellor sekaligus Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud) KBRI Islamabad, Rahmat Hindiarta Kusuma, menyampaikan dukungannya terhadap langkah PMI dalam menyalurkan bantuan melalui Iran Red Crescent.

“KBRI Islamabad sangat mendukung inisiatif PMI dalam memberikan bantuan obat-obatan dan alat kesehatan kepada masyarakat Iran melalui Iran Red Crescent. Sejak awal, KBRI Islamabad telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Pakistan, Kedutaan Besar Iran di Pakistan, serta mengidentifikasi vendor dan melakukan market survey terkait ketersediaan stok obat-obatan dan alat kesehatan,” ungkap Rahmat.

Kepala Markas PMI Pusat, Arifin Muh Hadi, yang memimpin proses pengadaan bantuan di Islamabad, Pakistan, menjelaskan bahwa pengadaan dilakukan melalui koordinasi lintas pihak, termasuk Pakistan Red Crescent Society (PRCS), Kedutaan Besar Iran di Islamabad, Iran Red Crescent di Teheran, dan KBRI Teheran.

“Seluruh proses pengadaan saat ini telah selesai 100 persen dan minggu depan bantuan akan segera dikirim menuju Taftan, wilayah perbatasan Pakistan dan Iran. Bantuan tersebut meliputi obat-obatan habis pakai, alat pelindung diri (APD), peralatan kesehatan darurat atau wounded and injury kits, peralatan bedah minor, serta obat-obatan esensial lainnya,” kata Arifin.

Ia menambahkan, total nilai bantuan kemanusiaan yang dikirim PMI mencapai sekitar Rp2 miliar dan akan diberangkatkan menggunakan dua kontainer berukuran 40 feet.

Sebelum konflik terjadi, Iran dikenal memiliki sistem kesehatan yang maju dengan tingkat swasembada industri farmasi dan alat kesehatan mencapai sekitar 90 persen. Namun, serangan yang terjadi menyebabkan kerusakan pada pusat medis dan fasilitas industri farmasi sehingga Iran kini menghadapi kekurangan pasokan obat-obatan dan alat kesehatan.

PMI berharap bantuan tersebut dapat membantu mendukung pemulihan layanan kesehatan dan memenuhi kebutuhan medis masyarakat Iran yang terdampak krisis.

Sebelumnya, PMI juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah negara terdampak konflik dan krisis kemanusiaan, di antaranya Sudan, Afghanistan, dan Lebanon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *