Server Padat, Disdik Makassar Pastikan Pendaftaran Murid Baru Tetap Lancar

MAKASSAR – DINAS Pendidikan Kota Makassar merespons cepat keluhan masyarakat terkait lambatnya akses pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025. Membludaknya jumlah pendaftar yang mengakses portal secara bersamaan membuat proses pendaftaran sempat terkendala.

Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Achi Soleman, menjelaskan bahwa pihaknya terus mencari solusi untuk menangani masalah ini. “Untuk memastikan seluruh calon peserta didik tetap terlayani, Disdik Makassar memutuskan memperpanjang masa pendaftaran jalur domisili khusus jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama,” ujarnya.

Langkah ini diambil agar hak masyarakat untuk memperoleh pendidikan tetap terjamin tanpa hambatan teknis. Achi menambahkan, kendala ini terjadi akibat tingginya jumlah pendaftar yang mengakses portal secara bersamaan. “Gangguan sistem bukan hanya disebabkan oleh kerusakan teknis, melainkan juga lonjakan akses,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa keterlambatan dari server disebabkan oleh overload dari penerimaan murid baru untuk jenjang SMP, ditambah dengan pengumuman jalur domisili untuk jenjang SD. “Sistemnya sendiri tetap aman, meski lebih lambat dari biasanya,” tambah Achi.

Disdik Makassar berkomitmen untuk memberikan layanan pendaftaran yang optimal. Pendaftaran dibuka 24 jam secara daring, namun proses verifikasi dokumen oleh operator sekolah hanya berlangsung pada jam kerja, yaitu dari pukul 08.00 hingga 16.00. “Silakan pendaftaran dilakukan kapan saja. Hanya verifikasinya dari tim sekolah yang terbatas pada jam kerja,” tuturnya.

Sesuai dengan Permendikbud Ristek Nomor 3 Tahun 2025, jalur pendaftaran dibagi menjadi beberapa kategori, termasuk jalur domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi. Untuk jalur domisili, pendaftaran awalnya dijadwalkan hingga 3 Juli 2025, namun jika akses belum pulih, akan diperpanjang hingga 4 Juli.

Achi juga mengakui bahwa pihaknya telah mengantisipasi lonjakan pendaftar dengan bekerja sama dengan Diskominfo. Namun, karena akses jenjang SD dan SMP dilakukan bersamaan, beban server tetap tinggi. “Kami sebenarnya sudah mengurai akses SD dan SMP, tetapi karena pengumuman dan pendaftaran terjadi pada hari yang sama, kapasitasnya tetap tertekan,” jelasnya.

Sebagai solusi tambahan, Disdik membuka layanan posko bantuan dan pengaduan. Masyarakat dapat mengakses link pengaduan daring, menghubungi helpdesk operator sekolah, atau menggunakan barcode layanan yang memudahkan mereka terhubung ke sistem. “Segala kemungkinan sudah kami siapkan, baik di sekolah maupun di kantor Dinas Pendidikan,” tuturnya.

Achi menegaskan bahwa seluruh proses SPMB dilakukan secara transparan dan terbuka, tanpa celah bagi praktik calo atau pungutan liar. “Kami tegaskan, tidak ada jalur calo, bayar-bayar, dan lain-lain. Semua transparan. Jika ada masyarakat yang tidak puas dengan layanan, silakan masuk di link pengaduan,” tegasnya.

Sebagai penutup, Achi menyebut bahwa peristiwa overload kali ini akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depannya. “Kami sudah berusaha mengurai proses pendaftaran tahap demi tahap. Namun, hari ini memang overload,” pungkasnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *