Makassar, Wartana.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) RI menggelar rapat koordinasi di Makassar pada Senin, 20 Juli 2026, untuk mempercepat implementasi Program Perluasan Penerapan Budi Daya Padi PM-AAS. Langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional serta mendukung target swasembada pangan Indonesia.
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, yang mewakili Gubernur. Kegiatan tersebut menjadi wadah penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mencapai target produksi padi.
Dalam sambutannya, Jufri Rahman menegaskan komitmen Pemprov Sulsel. “Kami berkomitmen penuh mendukung Program PM-AAS sebagai strategi vital untuk meningkatkan produksi padi, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBMP) Sulawesi Selatan, Zainal Abidin, menambahkan bahwa target penerapan budidaya padi PM-AAS di Sulsel untuk tahun 2026 mencapai 91.340 hektare.
Dari pihak Kementerian Pertanian, Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule, menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya mengoptimalkan sektor pertanian. “Kami akan terus memperluas pemanfaatan lahan, meningkatkan produktivitas, serta melaksanakan berbagai program strategis,” tegas Muhammad Taufiq Ratule. Ia juga menyoroti tren positif Nilai Tukar Petani (NTP) yang disebut tertinggi dalam 25 tahun terakhir, serta pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian selama periode 2000–2025 sebagai indikator kinerja yang meningkat.
“Semoga target kita bisa mencapai swasembada dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” harap Muhammad Taufiq Ratule.
Sebagai puncak dari rapat koordinasi ini, dilanjutkan dengan penandatanganan Dokumen Komitmen Pencapaian Target Program PM-AAS 1 Juta Hektare. Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Sekda Sulsel, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, serta para kepala daerah se-Sulawesi Selatan, menegaskan sinergi kolektif untuk mendukung percepatan implementasi program strategis ini.










