LUWU UTARA, Wartana.com – Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mendorong Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di setiap perangkat daerah untuk lebih proaktif dalam menyampaikan informasi terkait kebijakan dan program pemerintah kepada masyarakat luas.
Andi Rahim menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik tidak boleh hanya bersifat pasif atau sekadar menyediakan data saat ada permohonan dari warga. Menurutnya, PPID memegang peranan krusial dalam memastikan setiap program strategis yang dijalankan pemerintah daerah dapat dipahami secara utuh dan transparan oleh publik.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) PPID yang berlangsung di Aula La Galigo, Kantor Bupati Luwu Utara. Agenda ini diikuti oleh para PPID Pelaksana dan Admin PPID dari seluruh jajaran perangkat daerah dengan menghadirkan narasumber ahli dari Diskominfo-SP Provinsi Sulawesi Selatan, Nurul Khaeriyah.
Dalam arahannya, Bupati menyoroti masih adanya kesenjangan informasi yang menyebabkan beberapa program unggulan belum diketahui khalayak, salah satunya adalah program cetak sawah. Ia menilai komunikasi publik yang efektif sangat penting untuk membangun persepsi masyarakat yang objektif terhadap kebijakan pemerintah.
“Banyak sekali program yang saat ini kita jalankan, salah satunya adalah program cetak sawah. Ini harusnya menjadi informasi yang sampai ke publik. Paling penting bagaimana program ini dapat diterima sebagai program yang bermanfaat. Bahwa kebijakan yang dikeluarkan pemda bukan berdasarkan faktor suka atau tidak suka,” ujar Andi Rahim.
Lebih lanjut, ia menekankan agar jajaran pengelola informasi melakukan evaluasi mandiri jika program yang bermanfaat ternyata belum dipahami oleh masyarakat. Baginya, ketidaktahuan publik merupakan indikator adanya hambatan dalam proses penyampaian informasi dari birokrasi ke akar rumput.
“Harusnya ini muncul di masyarakat, tetapi sayangnya opini ini belum muncul. Nah, ini berarti kita gagal untuk mendeliver informasi yang benar kepada masyarakat. Bagaimana kita memberikan persepsi yang benar kepada masyarakat,” imbuhnya tegas.
Sebagai langkah konkret, Bupati meminta PPID Pelaksana untuk terus meningkatkan kapasitas dan strategi komunikasi publik melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial resmi, situs web perangkat daerah, hingga kolaborasi dengan media massa. Dengan pola komunikasi yang dinamis, masyarakat diharapkan dapat memantau proses pembangunan di Luwu Utara secara lebih akurat.









