Jakarta, Wartana.com – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan dua kapal tanker minyak meledak setelah menabrak ranjau di Selat Hormuz pada Sabtu (18/7). Iran secara tegas menuding ranjau tersebut dipasang oleh badan intelijen Amerika Serikat (AS), menandai eskalasi terbaru dalam ketegangan yang memanas antara kedua negara adidaya tersebut.
Dalam pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita Iran, IRNA, IRGC menyebut insiden itu terjadi saat kedua kapal mencoba melintasi perairan yang diklaim dipenuhi ranjau AS. “Satu jam lalu, dua kapal tanker minyak yang mencoba melewati ladang ranjau di selatan Selat Hormuz yang dipasang badan intelijen Amerika meledak dan terbakar,” demikian bunyi pernyataan resmi IRGC. Selain itu, IRGC juga mengaku telah menghentikan empat kapal lain yang berupaya melintasi jalur air vital tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah serangan berkelanjutan AS terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui akun media sosial X menyatakan bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap Iran selama tujuh malam berturut-turut, dengan tujuan melemahkan kemampuan militer Teheran. Di sisi lain, Iran menuduh AS telah menargetkan infrastruktur sipil, termasuk bandara, stasiun kereta api, dan jembatan di wilayahnya.
Menanggapi situasi ini, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, penasihat militer senior untuk pemimpin tertinggi Iran, menegaskan bahwa Teheran akan melanjutkan “operasi ofensif skala penuh” jika serangan AS terus berlanjut. “Iran tidak akan lagi membatasi diri. Tidak ada pula batasan politik yang akan aman,” ucap Rezaei, seperti dikutip kantor berita Iran, IRIB.
Iran juga telah menyatakan bahwa pihaknya menargetkan aset-aset AS di seluruh Timur Tengah sebagai balasan atas serangan yang terjadi. Komandan pasukan antariksa IRGC, Majid Mousavi, menambahkan bahwa “serangan terarah dari seluruh Iran terhadap musuh akan terus berlanjut” sampai AS mengakhiri operasi terhadap fasilitas di wilayah pesisir Iran, bahkan berniat mengincar infrastruktur vital di negara-negara tetangga jika agresi AS tidak berhenti.










