PALOPO, Wartana.com — Rencana penyelenggaraan konser grup musik legendaris Slank dalam ajang Hekka Fest di Kota Palopo kembali mengalami penundaan. Ketidakpastian jadwal ini memicu gelombang kekecewaan dari calon penonton di media sosial yang kini mulai mendesak pihak penyelenggara untuk memberikan kejelasan terkait mekanisme pengembalian dana (refund) tiket.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari promosi di media sosial, konser yang sedianya digelar di Pelataran Parkir Sirkuit Ratona ini awalnya dijadwalkan pada 22 Agustus 2026. Jadwal tersebut kemudian sempat digeser ke tanggal 10 September 2026, namun hingga kini acara tersebut belum juga terlaksana. Penundaan yang terjadi lebih dari satu kali ini membuat para penggemar yang akrab disapa Slankers merasa digantung oleh pihak panitia.
Keresahan warganet memuncak di berbagai platform media sosial. Salah satu calon penonton, dengan akun Nunggg, mengungkapkan kekecewaannya karena telah membeli tiket namun acara justru batal. “Perasaan saya sudah tidak enak saat tahu ada konser ini, tapi tetap beli tiket. Ternyata sudah batal satu kali, dan sekarang batal lagi,” tulisnya dalam sebuah unggahan yang viral.
Selain masalah jadwal, publik juga menyoroti keterkaitan acara ini dengan penyelenggara yang kerap dikaitkan dengan tokoh setempat. Beberapa warganet bahkan meragukan kepastian acara tersebut akan benar-benar digelar dalam waktu dekat. Seiring dengan ketidakjelasan ini, sejumlah agen dan reseller tiket mulai bergerak secara mandiri dengan menawarkan opsi pengembalian uang kepada pembeli.
“Mohon maaf karena konser diundur, bagi yang ingin melakukan refund bisa langsung menghubungi saya secara pribadi,” tulis Rizmha, salah satu agen tiket Hekka Fest melalui status media sosialnya. Langkah ini diambil oleh para agen guna meredam kekhawatiran konsumen yang telah mengeluarkan uang sekitar Rp170 ribu per tiket.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia pelaksana Hekka Fest belum memberikan pernyataan resmi mengenai tanggal pasti pengganti konser atau prosedur pengembalian dana secara menyeluruh kepada publik. Masyarakat, khususnya di wilayah Luwu Raya, berharap ada transparansi dari penyelenggara agar persoalan tiket ini tidak berlarut-larut dan merugikan calon penonton lebih jauh.









