Jakarta, Wartana – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengatakan penanganan bencana di wilayah Sumatera saat ini telah memasuki tahap rehabilitasi dengan fokus pada pemulihan kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, pemulihan tersebut mencakup perbaikan rumah warga serta penyediaan akses air bersih yang rusak akibat bencana.
“Sekarang tahapnya rehabilitasi. Berbagai hal dilakukan agar masyarakat bisa kembali memiliki rumah dan kehidupan normal. PMI saat ini fokus pada perbaikan sistem air bersih karena banyak pipa yang rusak,” ujar Jusuf Kalla kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/3).
Ia menjelaskan, proses pemulihan sistem air bersih biasanya membutuhkan waktu cukup lama. Berdasarkan pengalaman PMI dalam penanganan bencana sebelumnya di beberapa daerah seperti Yogyakarta dan Malang, perbaikan jaringan pipa hingga kembali berfungsi normal dapat memakan waktu hingga satu tahun.
“Biasanya sekitar satu tahun untuk memastikan seluruh sistem pipa dan distribusi air bisa kembali normal dan masyarakat mendapatkan akses air bersih,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, PMI juga menerima donasi bantuan bencana untuk Sumatera berupa radio, senter, dan baterai Panasonic senilai Rp2,4 miliar dari Panasonic Gobel Group. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh CEO perusahaan, Rahmat Gobel, di Markas Pusat PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Selain bantuan tersebut, Panasonic Gobel Group juga akan menggelar kegiatan donor darah yang melibatkan seluruh karyawan perusahaan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah PMI di Indonesia.
Rahmat Gobel mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan 70 tahun berdirinya Panasonic Gobel Group sekaligus bentuk dukungan terhadap kegiatan kemanusiaan PMI.
Sementara itu, PMI juga menerima donasi dari Tokio Marine Group senilai USD 50.000 dan dari Taipei Economic and Trade Office in Indonesia sebesar USD 100.000.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi pascabencana di Sumatera, khususnya dalam pemulihan akses air bersih bagi masyarakat terdampak.











