Final Ideal Monte Carlo 2026: Deddy Prasetyo Unggulkan Carlos Alcaraz Tipis atas Jannik Sinner

Final Ideal Monte Carlo 2026: Deddy Prasetyo Unggulkan Carlos Alcaraz Tipis atas Jannik Sinner

Monako, Wartana.com – Praktisi dan pelatih tenis kondang, Deddy Prasetyo, sedikit mengunggulkan Carlos Alcaraz dari Spanyol untuk memenangi final ideal Monte Carlo Open 2026 melawan Jannik Sinner dari Italia. Prediksi ini muncul setelah kedua petenis sukses melaju ke babak puncak usai memenangi semifinal yang berlangsung pada Sabtu (11/4/2026) di Monte Carlo, Monako.

Carlos Alcaraz, yang merupakan unggulan utama, berhasil mengatasi petenis non-unggulan sekaligus harapan tuan rumah, Valentin Vacherot (Monako), dalam dua set langsung dengan skor 6-4, 6-4. Sementara itu, Jannik Sinner yang menempati unggulan kedua, tampil perkasa dengan menaklukkan unggulan ketiga Alexander Zverev (Jerman) juga dalam dua set, 6-1, 6-4, memastikan terciptanya duel impian di final.

Deddy Prasetyo menjelaskan alasannya sedikit mengunggulkan Alcaraz. “Kalau main di clay (lapangan tanah liat) sepertinya Alcaraz sedikit lebih efektif secara taktis,” ujar Deddy. Ia menambahkan bahwa variasi permainan Alcaraz dinilai lebih komplit. “Alcaraz lebih komplit variasi permainannya, main di baseline dia solid dengan variasi pukulan spin dan speed-nya. Panjang, pendek dan drop shot serta silang pendek, komplit dia punya. Di permainan net pun Alcaraz sedikit lebih unggul dari Sinner,” imbuhnya.

Meski demikian, Deddy menegaskan bahwa peluang Sinner untuk memenangi final tidak tertutup. “Harus kita lihat siapa yang lebih siap secara psikologis besok (daya juang/kegigihan, konsentrasi, kontrol emosi, dll.), dia yang punya prospek besar untuk menang,” kata Deddy. Ia juga menyoroti daya tarik pertandingan ini. “Menarik banget final ideal kali ini, Alcaraz yang jago clay jumpa Sinner yang lagi percaya diri sesudah dua gelar berturut-turut di tur Amerika,” sambungnya.

Pemilik klub tenis DETEC, yang telah melahirkan banyak bintang tenis nasional, ini juga mengingatkan bahwa prediksinya bisa saja meleset. “Prediksi saya bisa benar bisa salah, karena di tenis susah menebak kemungkinan menang atau kalah,” jelas Deddy. Ia menggarisbawahi kompleksitas olahraga ini, “Tenis punya faktor sangat kompleks, jadi sekali lagi susah bicara pasti siapa yang akan menang.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *