Insiden di Tengah Konflik: Kapal Induk Raksasa AS USS Gerald R. Ford Terbakar, Dua Pelaut Terluka

Kapal Induk Terbesar AS Terbakar saat Perang Lawan Iran, 2 Awak Luka
Kapal induk terbesar milik AS, USS Gerald R. Ford, kebakaran pada Kamis (12/3) di tengah perang panas AS-Israel vs Iran. (Foto: AFP/COSTAS METAXAKIS)

Jakarta, Wartana.com – Kapal induk terbesar milik Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, mengalami kebakaran pada Kamis (12/3) di ruang cuci utama saat beroperasi di Laut Merah, di tengah ketegangan konflik AS-Israel melawan Iran. Insiden ini mengakibatkan dua kru kapal terluka dan saat ini sedang menerima perawatan medis.

Komando Pusat AS (CENTCOM), unit militer yang bertanggung jawab di kawasan Timur Tengah, mengonfirmasi kejadian tersebut melalui platform media sosial X. CENTCOM menegaskan bahwa kebakaran berhasil dipadamkan sepenuhnya dan tidak menyebabkan kerusakan pada sistem penggerak kapal. Meski demikian, penyebab pasti insiden ini tidak terkait dengan pertempuran yang sedang berlangsung.

“Pada tanggal 12 Maret, USS Gerald R. Ford (CVN 78) mengalami kebakaran yang berasal dari ruang cuci utama kapal. Penyebab kebakaran tidak terkait dengan pertempuran,” demikian pernyataan CENTCOM. “Kapal induk tetap beroperasi penuh. Dua pelaut saat ini sedang menerima perawatan medis untuk cedera yang tidak mengancam jiwa dan dalam kondisi stabil.”

USS Gerald R. Ford saat ini beroperasi di Laut Merah sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran militer AS di tengah konflik regional. Kapal induk raksasa ini ditemani oleh tiga kapal perusak pengawal, yaitu USS Mahan (DDG-72), USS Bainbridge (DDG-96), dan USS Winston S. Churchill (DDG-81). Kelompok tempur ini dilaporkan berada di bagian utara Laut Merah, lepas pantai Al Wajh, Arab Saudi, sehari sebelum insiden kebakaran. USS Gerald R. Ford sendiri tiba di Mediterania pada akhir Februari, bergabung dengan kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln yang telah lebih dulu berada di sana.

Seorang juru bicara CENTCOM, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyatakan, “Prioritas utama kami adalah keselamatan kru. Kami bersyukur api dapat dikendalikan dengan cepat dan kerugian dapat diminimalisir, memastikan kesiapan operasional kapal tetap terjaga.” Insiden ini terjadi saat AS dan Israel terlibat dalam perang dengan Iran sejak 28 Februari, sebuah konflik yang telah meluas di wilayah Arab dan menelan ribuan korban jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *