JAKARTA, WARTANA – Sejumlah tokoh dari berbagai organisasi lintas latar belakang menggelar pertemuan dengan Jusuf Kalla di kediamannya di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026). Pertemuan tersebut menyoroti pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika nasional.
Rombongan yang hadir berasal dari Vox Point Indonesia, Patria PMKRI, Formas, serta Pewarna Indonesia. Mereka menyampaikan apresiasi atas kontribusi Jusuf Kalla dalam upaya perdamaian di berbagai wilayah konflik di Indonesia.
Ketua Umum Formas, Yohanes Handojo, menilai Jusuf Kalla sebagai tokoh yang tidak hanya menyuarakan perdamaian, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penyelesaiannya, termasuk di Poso, Ambon, dan Aceh.
“Beliau adalah pelaku sejarah dalam mendamaikan konflik yang berdarah. Karena itu kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghargai jasa para tokoh yang telah berkontribusi bagi perdamaian,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, perwakilan organisasi juga mendorong Jusuf Kalla untuk kembali aktif mengambil peran dalam upaya rekonsiliasi nasional. Mereka menilai berbagai tantangan, mulai dari krisis energi hingga persoalan sosial, membutuhkan soliditas dan persatuan seluruh elemen bangsa.
Ketua Umum DPP Patria PMKRI, Agustinus Tamo Mbapa, menegaskan bahwa tidak ada ajaran agama yang membenarkan kekerasan. Ia juga menyoroti adanya laporan terhadap Jusuf Kalla yang dinilai tidak tepat.
“Kami meminta agar laporan tersebut segera dicabut karena tidak berkaitan dengan ajaran dogmatis, melainkan hanya kesalahpahaman akibat potongan informasi,” tegasnya.
Para tokoh juga mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak dalam polarisasi yang dipicu kepentingan politik. Mereka menekankan bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus menjadi prioritas bersama.
Pertemuan ditutup dengan seruan agar seluruh elemen bangsa tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta terus memperkuat persatuan di tengah berbagai dinamika yang berkembang. (*)









