MAROS, WARTANA – Terik matahari siang di Kabupaten Maros tak menyurutkan langkah Ibu Fatimah (45) menuju halaman Mapolres Maros, Senin (2/3/2026). Dengan dompet digenggam erat, ia datang bukan untuk mengurus administrasi atau membuat laporan, melainkan untuk berbelanja kebutuhan pokok di “Pasar Murah Ramadan 2026” yang digelar Polres Maros.
Puluhan warga, mayoritas ibu rumah tangga, tampak antusias memadati deretan tenda yang berdiri di halaman kantor polisi. Beras, minyak goreng, gula pasir, telur, hingga kebutuhan pokok lainnya dijajakan dengan harga lebih rendah dari pasaran.
“Alhamdulillah, selisih harganya lumayan sekali buat kami. Kalau di pasar harga minyak goreng sudah naik, di sini masih bisa kita jangkau,” ujar Fatimah sembari menunjukkan dua liter minyak goreng dan satu karung beras lima kilogram di pelukannya.
Berbeda dari aktivitas biasanya, personel kepolisian terlihat sibuk menata karung beras, menyusun minyak goreng, dan mengatur antrean warga agar tetap tertib. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi saat Ramadan.
Kasi Humas Polres Maros, AKP Ahmad, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret membantu pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat.
Komoditas utama seperti beras, telur, gula pasir, hingga minyak goreng dijual dengan harga di bawah pasar” katanya. Senin (2/3/2026).
Ia juga menambahkan bahwa Ramadan merupakan momentum tepat untuk memperkuat solidaritas sosial antara Polri dan masyarakat.
“Selain menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, Polres Maros juga berupaya menghadirkan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Semoga apa yang kami lakukan ini dapat dirasakan manfaatnya dan semakin mempererat hubungan antara Polri dan warga,” tambahnya.
Pasar murah ini tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga simbol kehadiran negara di tengah tantangan ekonomi warga. Bagi masyarakat Maros, kegiatan tersebut memberikan rasa aman, baik dari lonjakan harga maupun dari kepastian kualitas produk yang dibeli.
Dengan adanya pasar murah ini, warga berharap kebutuhan Ramadan dapat terpenuhi dengan lebih ringan. Setidaknya, ratusan warga yang hadir dapat menjalani ibadah puasa dengan hati yang lebih tenang.











