Jalur Diplomasi Panas: Menlu Iran Lanjutkan Misi Krusial ke Rusia Bahas Ketegangan AS

Usai dari Pakistan, Menlu Iran Lanjut Ke Rusia Bahas Perang AS
Menlu Iran Abbas Araghchi. Foto: REUTERS/Pierre Albouy

Jakarta, Wartana.com – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah tiba di Moskow, Rusia, pada Minggu (26/4) setelah menyelesaikan kunjungan diplomatik di Pakistan dan Oman. Kedatangan Araghchi di ibu kota Rusia ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan yang bertujuan untuk membahas perkembangan regional dan mencari solusi untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung, terutama di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi bahwa Araghchi dijadwalkan akan bertemu dengan sejumlah pejabat senior di Moskow. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia turut membenarkan kedatangan diplomat top Iran tersebut, namun belum ada keterangan resmi mengenai apakah lawatan ini mencakup pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin. Sebelum tiba di Rusia, Araghchi melakukan kunjungan ke Pakistan dan Oman untuk membahas isu-isu bilateral dan konsultasi mengenai situasi regional.

Dalam pernyataannya di platform X, Araghchi menjelaskan tujuan perjalanannya. “Tujuan kunjungan saya adalah untuk berkoordinasi erat dengan mitra kami dalam hal-hal bilateral dan berkonsultasi tentang perkembangan regional. Tetangga kita adalah prioritas kita,” ujarnya. Di Pakistan, ia bertemu dengan kepala militer Asim Munir, Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar, dan menggambarkan kunjungannya sebagai “sangat bermanfaat”.

Araghchi juga menekankan pentingnya stabilitas di Selat Hormuz saat berada di Oman, tempat ia bertemu dengan Sultan Haitham bin Thariq. “Sebagai satu-satunya negara pesisir Hormuz, fokus kami mencakup cara-cara untuk memastikan transit yang aman yang akan bermanfaat bagi semua negara tetangga dan dunia,” tambahnya. Pernyataan ini muncul di tengah potensi negosiasi putaran kedua antara AS dan Iran, meskipun Teheran menegaskan bahwa kunjungan Menlu ke Islamabad sebelumnya bukan untuk persiapan negosiasi dengan AS.

Rangkaian diplomasi ini terjadi di tengah situasi regional yang memanas. Meskipun AS sempat mengumumkan akan mengirim delegasi ke Islamabad, Presiden Donald Trump mendadak membatalkan rencana tersebut. Di sisi lain, kantor berita Fars melaporkan bahwa Iran telah mengirim “pesan tertulis” kepada Amerika melalui mediator Pakistan, yang disebut-sebut berisi “garis merah Republik Islam Iran, termasuk masalah nuklir dan Selat Hormuz”. Konflik antara AS dan Iran sendiri telah berlangsung sejak 28 Februari, diselingi gencatan senjata dua pekan yang berakhir pada 22 April, namun negosiasi lanjutan belum juga terlaksana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *