WAJO – KABAR gembira bagi pelaku usaha di Wajo. Wajo Ramadhan Expo (WARE) 2026 siap menjadi pintu gerbang ekspor produk lokal ke pasar dunia. Tak hanya menampilkan brand waralaba nasional, event ini akan dihadiri tiga buyer internasional yang membuka akses ke Korea Selatan, Timur Tengah, Afrika Utara, hingga Selandia Baru.
WARE 2026 dipastikan naik kelas dan menjadi ajang strategis bagi pelaku usaha lokal merambah pasar global. Gelaran tahun ini tak lagi sekadar bazar Ramadhan biasa, melainkan sebuah ekosistem bisnis yang menghubungkan produk UMKM dengan pembeli internasional dan brand waralaba ternama nasional.
Ketua Kadin Wajo, Darmawan Sanusi, mengonfirmasi bahwa tiga buyer besar dengan jaringan global telah dipastikan hadir. Mereka adalah Wastra Indonesia Korea yang fokus pada tekstil dan kerajinan untuk pasar Korea Selatan; Atlas Trading Indonesia yang membuka pintu ekspor ke Dubai dan Tunisia; serta Naralia Group Indonesia yang menghubungkan produk Wajo dengan pasar Selandia Baru, Hong Kong, dan Singapura.
“Ini peluang emas bagi pengusaha lokal untuk menunjukkan kualitas produk di mata dunia,” tegas Darmawan.
Tak hanya dari sisi internasional, WARE 2026 juga diperkuat kolaborasi dengan pemain nasional. Haji Syarief, pemilik Sari Indah Batik, turut mendatangkan sejumlah brand franchise besar untuk ikut serta. Kehadiran mereka diharapkan memberi inspirasi dan memperkuat iklim usaha selama bulan Ramadhan.
Di balik keseriusan penyelenggaraan, dukungan finansial juga mengalir dari sejumlah tokoh masyarakat. H. Romansyah dan H. Darmawansyah disebut sebagai sponsor utama yang memperkuat fondasi acara ini.
“WARE bukan sekadar pasar Ramadhan biasa. Ini adalah panggung kolaborasi antara potensi lokal, modal nasional, dan jaringan internasional,” ujar ketua panitia pelaksana Justiawal Arif.
WARE merupakan event tahunan yang menggabungkan wisata religi, belanja, dan peluang bisnis. Tahun ini, expo tersebut bertransformasi menjadi pusat pertemuan pelaku usaha lokal dengan jaringan nasional dan global, menandai babak baru dalam pengembangan ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan. []











