PPIH Debarkasi Makassar Perketat Protokol Kesehatan Sambut Kepulangan Jemaah Haji

Wajib Pakai Masker

MAKASSAR – MENYIKAPI kembali merebaknya COVID-19, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi UPG Makassar mengambil langkah tegas dengan memperketat protokol kesehatan saat menyambut kepulangan jemaah haji dari Tanah Suci.

Tindakan ini bertujuan untuk mencegah risiko penyebaran penyakit menular di lingkungan sekitar.

Semua petugas dan pengunjung di Asrama Haji Sudiang Makassar diwajibkan mengenakan masker. Kontak langsung dengan jemaah yang baru tiba dibatasi ketat sebagai bagian dari protokol tersebut.

Ketua PPIH Debarkasi UPG Makassar, Ali Yafid, menjelaskan bahwa kebijakan ini sesuai dengan arahan dari Dinas Kesehatan Sulsel. Panitia di tingkat embarkasi maupun daerah diminta disiplin menjalankan protokol kesehatan hingga jemaah benar-benar dinyatakan aman untuk berinteraksi.

“Kami mohon kepada seluruh panitia PPIH daerah untuk tidak melakukan kontak langsung dengan jemaahnya dulu,” ujar Ali Yafid.

Petugas debarkasi tidak diperkenankan berinteraksi langsung dengan jemaah sebelum mendapat arahan dari petugas kesehatan. Pemeriksaan kesehatan menjadi prosedur utama sebelum jemaah boleh berinteraksi dengan pihak luar.

“Kami beri kesempatan dulu kepada PPIH Debarkasi Makassar untuk menjalankan tugas. Setelah serah terima dari PPIH debarkasi ke pemerintah daerah, kontak dengan PPIH daerah baru bisa dilakukan,” jelas Ali Yafid.

Walaupun belum ada laporan jemaah yang terdeteksi membawa penyakit menular, Ali Yafid menekankan perlunya kewaspadaan ketat agar tidak terjadi penularan kepada masyarakat Sulawesi Selatan maupun daerah lain yang menggunakan embarkasi Makassar.

“Semua harus memakai masker. Saya pun menggunakan masker untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran penyakit. Mudah-mudahan tidak terjadi, tapi jika ada, minimal kita sudah mengambil langkah pencegahan agar tidak menyebar,” sambungnya.

PPIH juga membatasi durasi prosesi serah terima jemaah dari PPIH debarkasi ke PPIH daerah. Proses ini dilakukan secara efisien, tidak lebih dari 30 menit, dan hanya melibatkan pejabat berwenang.

Kepulangan jemaah haji Debarkasi Makassar berlangsung bertahap sejak 11 Juni hingga 10 Juli 2025, dengan kloter pertama tiba pada malam 11 Juni. Seluruh petugas dan unsur terkait diimbau untuk tetap siaga hingga proses selesai. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *