Penarikan 5.000 Pasukan AS dari Jerman: NATO Desak Komunikasi Intensif, Eropa Dituntut Mandiri

NATO Respons Keputusan AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman
NATO merespons keputusan Amerika Serikat yang akan menarik sekitar 5.000 personel militernya dari Jerman dengan meningkatkan komunikasi intensif bersama Washington. AFP/IAKOVOS HATZISTAVROU

Jakarta, Wartana.com – Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) merespons keputusan Amerika Serikat (AS) yang akan menarik sekitar 5.000 personel militernya dari Jerman dengan meningkatkan komunikasi intensif bersama Washington. Respons ini muncul di tengah seruan bagi negara-negara Eropa untuk lebih mandiri dalam urusan pertahanan.

Juru bicara NATO, Allison Hart, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah berkoordinasi erat dengan AS untuk memahami secara rinci kebijakan tersebut, khususnya terkait postur kekuatan militer AS di Eropa. “Kami sedang bekerja sama dengan AS untuk memahami detail keputusan mereka mengenai postur kekuatan di Jerman,” ujar Hart melalui platform X pada Sabtu (2/5), seperti dilansir Anadolu Agency. Ia menambahkan, “Langkah ini memang menimbulkan pertanyaan, namun kami yakin koordinasi transparan akan menjaga soliditas aliansi kami.”

Hart menilai penarikan pasukan tersebut menjadi sinyal bagi negara-negara Eropa agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kekuatan militer AS. Ia menekankan pentingnya peningkatan investasi pertahanan di kawasan demi menjaga keamanan kolektif. Menurutnya, Eropa perlu mengambil peran yang lebih besar dalam tanggung jawab pertahanan, meskipun NATO tetap yakin terhadap kapasitas aliansi dalam mewujudkan “Eropa yang lebih kuat dalam NATO yang lebih kuat.”

Keputusan Pentagon untuk menarik ribuan pasukan ini juga tidak lepas dari memanasnya hubungan politik antara Presiden AS, Donald Trump, dan Kanselir Jerman, Friedrich Merz. Sebelumnya, Merz mengkritik keras strategi militer AS dalam konflik dengan Iran yang dinilai tidak memiliki “strategi keluar” yang jelas. Ia bahkan menyebut AS tengah “dipermalukan” oleh Iran dalam berbagai perundingan.

Menanggapi hal itu, Trump menyatakan tengah mengevaluasi pengurangan kehadiran militer AS di Jerman, yang mencerminkan ketegangan di dalam aliansi NATO, khususnya terkait kebijakan terhadap Teheran. Penarikan pasukan ini dinilai menjadi babak baru dalam hubungan transatlantik pada tahun 2026, di tengah dorongan bagi negara-negara Eropa untuk mempercepat penguatan dan modernisasi kemampuan militer secara mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *