MAKASSAR – SEBANYAK 393 jemaah haji dari kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Makassar, terdiri dari 386 jemaah haji asal Kota Makassar dan 7 petugas kloter, terbang dengan pesawat GIA 1101 menuju Bandar Udara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz di Madinah, Jumat, 2 Mei 2025, pukul 03.00 Wita.
Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, melaporkan bahwa kuota haji Sulsel dari pemerintah adalah 7.272 orang, terdiri dari 6.833 jemaah, 364 lansia, 18 pimpinan KBIHU, dan 57 petugas haji daerah.
“Selain itu, ada tambahan 4 orang KBIHU saat pelunasan, serta mutasi antar provinsi sebanyak 138 orang dan mutasi keluar 35 orang, sehingga total jemaah Sulsel menjadi 7.379 orang,” jelasnya.
Ali Yafid juga menyampaikan bahwa waiting list haji Sulsel per 30 April 2025 mencapai 245.455 orang, dengan Kabupaten Bantaeng menjadi yang terlama, yaitu 48 tahun, dan Kabupaten Luwu yang tercepat, yaitu 23 tahun.
Pemberangkatan jemaah akan dilakukan dalam dua gelombang: gelombang pertama sebanyak 21 kloter dan gelombang kedua 20 kloter.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang melepas keberangkatan kloter pertama embarkasi Makassar mengingatkan jemaah untuk meluruskan niat, memahami rukun haji, dan beribadah dengan sungguh-sungguh, karena tidak semua orang memiliki kesempatan untuk melaksanakannya.
“Banyak orang sehat, tapi tidak semua bisa berangkat haji. Jadi, saya harap semua jemaah memahami rukun haji dan beribadah dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran fisik agar jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik.
“Sebelum berangkat, jaga kesehatan. Ibadah haji ini memiliki waktu dan tempat yang ditentukan. Salat dan puasa bisa dilakukan di mana saja, tapi haji harus di tempat yang sudah ditentukan. Itulah mengapa saya sering mengadakan acara Anti Mager untuk menjaga kebugaran kita,” tambahnya.
Ia juga meminta jemaah untuk tetap kompak dan saling mendukung selama menjalankan ibadah haji.
Sebelumnya, Inspektur Badan Penyelenggara Haji RI, Zainal Abidin, menekankan bahwa ibadah haji adalah panggilan suci dari Allah. Ia mengingatkan jemaah untuk berniat tulus demi meraih ridho dan keberkahan dari-Nya.
“Kita beribadah semata-mata untuk mengharapkan ridho Allah. Jaga kesehatan dan kekompakan, serta terus tebarkan kebaikan setelah pulang. Jadilah pribadi yang santun, itulah haji mabrur,” katanya.
Di akhir sambutannya, Zainal Abidin menjelaskan tentang Tri Sukses Haji, yaitu sukses dalam ritual, ekonomi, dan peradaban.
Prosesi pelepasan ini dihadiri oleh berbagai pejabat, termasuk Ketua DPRD Sulsel, Ketua Komisi 9 DPRD Sulsel, Forkopimda Sulsel, dan pimpinan instansi terkait. []











