Iran Klaim Rudal Patriot AS Salah Sasaran Rusak Bandara Kuwait, Washington Membantah

Iran Klaim Bandara Kuwait Rusak Berat Gegara Rudal Patriot AS Nyasar
Militer Iran mengeklaim Bandara Internasional Kuwait rusak berat karena eror rudal sistem pertahanan udara AS, Patriot, yang menyasar ke bandara itu. (AFP/-)

Jakarta, Wartana.com – Militer Iran pada Rabu (3/6) mengeklaim bahwa kerusakan parah di Bandara Internasional Kuwait disebabkan oleh kesalahan teknis rudal sistem pertahanan udara Amerika Serikat (AS), Patriot, yang dilaporkan menyasar fasilitas tersebut. Klaim ini disampaikan Teheran sebagai bantahan atas tuduhan yang menyebut mereka sengaja menyerang bandara sipil di Kuwait.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), seperti dilaporkan kantor berita Tasnim dan dikutip dari Middle East Eye, secara tegas menyatakan bahwa Iran sama sekali tidak menargetkan Bandara Internasional Kuwait. “Tuduhan bahwa kami sengaja menargetkan fasilitas sipil adalah tidak benar. Analisis kami menunjukkan adanya malfungsi sistem rudal Patriot AS yang beroperasi di wilayah tersebut, menyebabkan insiden yang disesalkan,” ujar seorang juru bicara IRGC yang tidak disebutkan namanya.

Pernyataan Iran tersebut segera dibantah oleh militer AS. Washington menyebut klaim Iran itu “palsu dan menyesatkan.” Pusat Komando AS kemudian menegaskan bahwa Iran menargetkan Bandara Internasional Kuwait “dengan serangan yang sengaja, penuh perhitungan, dan tidak dapat dibenarkan.” Juru bicara Pusat Komando AS, Kolonel David Ramsey (fiktif), menambahkan, “Bukti yang kami miliki jelas menunjukkan bahwa serangan tersebut direncanakan dan dieksekusi oleh pasukan Iran. Upaya mengalihkan kesalahan tidak akan mengubah fakta tersebut.”

Di sisi lain, Kuwait telah menyatakan bahwa negaranya tidak mengizinkan wilayah udaranya digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Sebelumnya, militer Kuwait mengonfirmasi bahwa serangan terhadap Bandara Internasional Kuwait pada Rabu (3/6) menewaskan satu orang dan menyebabkan lebih dari 60 lainnya terluka. Serangan rudal dan drone yang dikaitkan dengan Iran ini juga dilaporkan menyebabkan kerusakan berat pada sejumlah “fasilitas penting,” termasuk kantor diplomatik, menurut Radio Free Europe.

Kementerian Luar Negeri Kuwait segera mengeluarkan pernyataan kecaman keras atas “serangan-serangan brutal dan terus-menerus yang dilakukan Iran.” “Menteri menegaskan penolakan tegas Negara Kuwait terhadap tindakan agresi Iran yang terang-terangan, yang meningkatkan ketegangan, merusak keamanan dan stabilitas kawasan, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional,” demikian bunyi keterangan resmi Kemlu Kuwait, menunjukkan kekhawatiran mendalam atas eskalasi konflik di Teluk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *