Makassar — Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terus menunjukkan kinerja positif dalam penerimaan pajak daerah. Hingga awal Oktober 2025, realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) telah menembus angka Rp251 miliar, atau 93 persen dari target tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp275 miliar.
Kepala UPT PBB Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Indirwan Dermayasair, menyebutkan bahwa dari total penerimaan tersebut, Rp246 miliar berasal dari pokok pajak, sementara sisanya merupakan hasil dari pembayaran denda.
“Optimistis realisasi dari PBB 2025 dapat tercapai selama kurang lebih tiga bulan ke depan. Ada beberapa langkah-langkah yang kami lakukan untuk bisa menggenjot pemasukan hingga akhir tahun ini,” katanya, Kamis (…).
Menurut Indirwan, sejumlah strategi tengah ditempuh untuk mendorong pencapaian target tersebut, salah satunya dengan memperkuat dan memassifkan penagihan kepada wajib pajak di seluruh wilayah kota.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa Wali Kota Makassar sedang mengkaji program kerakyatan dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Makassar pada November 2025, berupa pemberian keringanan atau diskon biaya, bahkan penghapusan denda PBB bagi masyarakat.
Pihaknya berharap, kebijakan stimulan ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya.
“Untuk program stimulan pemberian diskon atau penghapusan denda ini sementara kami kaji. Intinya kami berharap dengan gebrakan ini membuat masyarakat lebih meningkatkan partisipasi membayar pajak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bapenda Makassar juga fokus memperkuat kolaborasi dengan para camat dan lurah, khususnya dalam pemutakhiran data kependudukan. Langkah ini dinilai penting karena perubahan nama wilayah kelurahan atau kecamatan kerap menjadi kendala dalam distribusi dan penagihan pajak.
“Blanko SPPT pajak harus sampai ke masyarakat melalui koordinasi hingga ke tongkat RT RW sebagai garda terdepan,” ujarnya.
Dengan sinergi lintas sektor dan berbagai inovasi pelayanan, Bapenda Makassar optimistis target penerimaan PBB-P2 2025 dapat tercapai bahkan melampaui harapan.











