MAKASSAR – MENJELANG Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, geliat mobilitas masyarakat di wilayah Indonesia Timur mulai terasa. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memproyeksikan bahwa arus penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 akan mencapai 882.620 orang, atau meningkat sekitar 5 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 840.590 penumpang.
Proyeksi ini sekaligus menegaskan bahwa transportasi laut tetap menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di kawasan timur Indonesia, khususnya pada momen mudik Lebaran.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, mengungkapkan bahwa tren peningkatan jumlah penumpang ini telah terlihat dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari membaiknya konektivitas pelayaran serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi laut.
“Berdasarkan proyeksi operasional kami, arus penumpang pada masa Angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 882.620 orang. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dan menjadi indikator bahwa mobilitas masyarakat di Indonesia Timur terus bergerak positif,” ujar Abdul Azis dalam keterangannya, Senin (9/3).
Ia menambahkan bahwa jika menilik data lima tahun terakhir, lonjakan penumpang terus terjadi secara signifikan. Pada tahun 2022, jumlah penumpang tercatat sekitar 594.263 orang, kemudian meningkat menjadi 715.256 orang pada 2023, lalu 764.010 orang pada 2024, dan mencapai 840.590 orang pada periode Angkutan Lebaran 2025. Kini, untuk tahun 2026, angka tersebut diproyeksikan kembali menembus rekor baru dengan 882.620 orang.
Untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang tersebut, Pelindo Regional 4 telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Abdul Azis menjelaskan bahwa pihaknya memastikan seluruh fasilitas terminal penumpang dalam kondisi siap operasional, mulai dari area tunggu, posko kesehatan, hingga sistem informasi keberangkatan kapal.
Selain itu, koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti operator kapal, TNI AL, Polair, KSOP, dan instansi terkait lainnya juga diperkuat guna menciptakan pelayanan mudik yang aman, lancar, dan nyaman.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang mudik menggunakan transportasi laut mendapatkan pengalaman perjalanan yang menyenangkan. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur dan sinergi dengan seluruh stakeholder menjadi kunci utama,” tegasnya.











