Harga Telur dan Cabai Meroket, Harga Ayam Malah Turun Jelang Lebaran

MAKASSAR – IDULFITRI tinggal menghitung hari, dampaknya langsung terasa di pasar tradisional. Harga sejumlah bahan pokok di Kota Makassar mulai merangkak naik, dengan telur ayam dan cabai rawit menjadi biang kerok inflasi jelang hari kemenangan.

Di Pasar Terong, harga telur ayam kini menembus Rp58 ribu per rak, melonjak signifikan dibanding pekan sebelumnya yang masih berkisar Rp53 ribu hingga Rp55 ribu. Para pedagang pun kewalahan melayani tingginya permintaan yang terus membuncah.

Haidir, pedagang telur di Pasar Terong, mengungkapkan kenaikan ini sudah terasa sejak awal Ramadan. Namun, tekanan harga kian terasa dalam sepekan terakhir seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menyambut Lebaran.

“Awalnya saya jual Rp53 ribu sampai Rp55 ribu per rak. Sekarang sudah Rp58 ribu. Biasanya saya hanya menjual 70 rak per hari, kini tembus 100 rak! Lonjakannya hampir 40 persen,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Meski harga merangkak naik, pasokan telur dari Sidrap diakui Haidir masih lancar. Ia memprediksi harga akan terus bergerak naik seiring mendekatnya hari raya.

Nasib serupa dialami para pecinta pedas. Cabai rawit yang biasanya dihargai Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, kini melambung tinggi hingga Rp60 ribu. Kenaikan fantastis hampir 100 persen ini membuat sejumlah pembeli terpaksa mengurangi takaran belanja.

Berbeda dengan cabai rawit, harga cabai merah besar dan cabai keriting justru menunjukkan tren sebaliknya. Kedua komoditas ini terpantau stabil, masing-masing di kisaran Rp15 ribu dan Rp20 ribu per kilogram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *