Drama Penalti Atletico Madrid Gagalkan Keunggulan Arsenal di Semifinal Liga Champions

Drama Penalti Atletico Madrid Gagalkan Keunggulan Arsenal di Semifinal Liga Champions
Penalti pemain Arsenal ,Viktor Gyokeres di laga Atletico Madrid vs Arsenal di Liga Champions, Kamis (30/4/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Madrid, Wartana.com – Pertemuan leg pertama semifinal Liga Champions musim 2025/2026 antara Atletico Madrid dan Arsenal di Riyadh Air Metropolitano pada Kamis (30/04/2026) dini hari WIB berakhir tanpa pemenang dengan skor imbang 1-1. Kedua gol dalam laga sengit ini tercipta melalui titik penalti, masing-masing dicetak oleh Viktor Gyokeres untuk Arsenal dan Julian Alvarez bagi tuan rumah Atletico Madrid.

Hasil imbang ini membuat kedua tim harus puas berbagi angka, sekaligus menjadikan leg kedua di markas Arsenal sebagai penentu siapa yang berhak melaju ke final. Bagi Atletico Madrid, hasil ini kurang ideal karena gagal memaksimalkan keuntungan bermain di kandang. Sebaliknya, Arsenal membawa pulang gol tandang yang bisa menjadi modal berharga.

Laga yang berlangsung alot sejak peluit awal menunjukkan intensitas tinggi dari kedua belah pihak. Arsenal membuka keunggulan pada akhir babak pertama melalui penalti Viktor Gyokeres di menit ke-43, setelah ia dijatuhkan di kotak terlarang oleh Hancko. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Atletico Madrid meningkatkan tekanan dan mendominasi permainan. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-65, juga dari titik putih, setelah Ben White dinilai melakukan handball saat mengadang tembakan voli Marcos Llorente menyusul intervensi VAR. Julian Alvarez berhasil menuntaskan tugasnya dengan sempurna, mengubah skor menjadi 1-1. Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menyatakan, “Ini adalah hasil yang adil mengingat intensitas pertandingan. Kami mendapatkan gol tandang dan itu modal penting untuk leg kedua di Emirates.”

Setelah gol penyeimbang, kedua tim saling jual beli serangan untuk mencari gol kemenangan. Arsenal sempat berharap mendapatkan penalti kedua usai Eberechi Eze dijegal, namun keputusan tersebut dianulir wasit setelah meninjau tayangan ulang VAR dan menilai tidak ada pelanggaran yang cukup jelas. Meskipun berbagai peluang tercipta dari kedua kubu, termasuk dari Antoine Griezmann dan Ademola Lookman bagi Atletico, tidak ada gol tambahan hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 1-1 tetap bertahan, membuat laga leg kedua masih terbuka lebar bagi kedua raksasa Eropa ini.

Secara statistik, Atletico Madrid sedikit unggul dalam penguasaan bola (52% berbanding 48%) dan total tembakan (18 berbanding 11) dibandingkan Arsenal. Komposisi pemain inti Atletico Madrid dipimpin oleh Jan Oblak di bawah mistar dan Julian Alvarez di lini serang, sementara Arsenal mengandalkan David Raya di gawang serta Viktor Gyokeres dan Gabriel Martinelli di lini depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *