Makassar, Wartana.com – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri silaturahmi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan di Sekretariat MUI Sulsel, Jalan AP Pettarani Nomor 100, Makassar, Rabu (15/5). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andi Sudirman menyerahkan hibah sebesar Rp1 miliar sebagai bentuk dukungan pemerintah provinsi terhadap program-program keumatan yang dijalankan MUI.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini bertujuan untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan ulama dalam membangun moral serta kesejahteraan masyarakat. Hibah senilai Rp1 miliar tersebut diharapkan dapat menunjang operasional dan program strategis MUI Sulsel, terutama dalam bidang dakwah, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai keislaman di Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan pentingnya peran ulama dan MUI sebagai mitra strategis pemerintah. “MUI adalah garda terdepan dalam membimbing umat, menjaga kerukunan, dan menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat. Hibah ini adalah wujud komitmen kami untuk mendukung setiap upaya MUI dalam mewujudkan masyarakat Sulsel yang religius dan berakhlak mulia,” ujar Gubernur Andi Sudirman.
Ketua MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., menyambut baik kunjungan dan bantuan hibah tersebut. “Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan yang luar biasa dari Bapak Gubernur. Hibah ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengoptimalkan program-program dakwah, pembinaan umat, serta penguatan SDM MUI di seluruh kabupaten/kota,” kata Prof. Muammar. Beliau menambahkan bahwa sinergi antara ulama dan umara (pemimpin) adalah kunci kemajuan daerah.
Silaturahmi ini diakhiri dengan diskusi mengenai berbagai isu keumatan dan sosial yang relevan di Sulawesi Selatan, serta komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi dan kolaborasi yang erat. Pertemuan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, untuk mencapai visi pembangunan daerah yang berkelanjutan.









