Jakarta, Wartana.com – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat sebanyak 459.570 kendaraan telah meninggalkan Jakarta hingga Sabtu (14/3/2026), hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Meskipun angka ini menandai dimulainya arus mudik Lebaran, Korlantas memprediksi puncak kepadatan lalu lintas akan terjadi pada pertengahan pekan, tepatnya antara Rabu hingga Jumat, 18–20 Maret 2026.
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Pol. Faizal, menjelaskan bahwa jumlah kendaraan yang telah keluar dari Jakarta ini masih jauh dari proyeksi total selama periode mudik Lebaran tahun ini. “Pada malam hari ini kami menyampaikan bahwa kendaraan yang keluar dari Jakarta kurang lebih 459.570 kendaraan,” kata Brigjen Faizal saat memberikan keterangan di Command Center Korlantas Polri, Cikampek, Jawa Barat, Minggu dini hari (15/3).
Berdasarkan proyeksi Korlantas, total kendaraan yang akan keluar dari Jakarta selama masa mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 3.671.028 kendaraan. Ini berarti sekitar 3,2 juta kendaraan, atau sekitar 76,9 persen dari total proyeksi, diprediksi belum melakukan perjalanan. Mayoritas kendaraan yang telah keluar dari Jakarta saat ini mengarah ke wilayah timur melalui jalur Trans Jawa, didominasi oleh kendaraan pribadi pemudik. Sementara itu, kendaraan logistik seperti truk masih terlihat menuju jalur barat, khususnya ke arah Pelabuhan Merak dan Bakauheni.
Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi terjadi pada pertengahan pekan, kepolisian telah menyiagakan personel di berbagai titik strategis. “Kemungkinan prediksi kami hari Rabu, Kamis, Jumat akan terjadi lonjakan. Namun tentunya kami tetap memantau perkembangan situasi dan anggota kami di seluruh jalur, baik itu di tol maupun arteri, tetap mengantisipasi,” tambah Brigjen Faizal.
Selain pengaturan lalu lintas, pengamanan juga diperkuat di sejumlah rest area sepanjang jalur mudik. Dalam Operasi Ketupat 2026, enam satuan tugas terlibat dalam pengamanan, termasuk Satgas Tindak dan Satgas Penegakan Hukum (Gakkum). Korlantas menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan arus mudik hingga mendekati puncak pergerakan pemudik, guna memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar.









