Jakarta, Wartana.com –
Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit pada Jumat (20/3) menyatakan penyesalannya atas pertemanannya dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Pengakuan ini disampaikan dalam upaya meredam skandal besar yang melanda keluarga kerajaan Norwegia, menyusul rilis jutaan dokumen Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang mengungkap hubungan luas pengusaha tersebut dengan sejumlah tokoh terkemuka.
Pelepasan dokumen-dokumen tersebut telah menarik perhatian global, mengungkap komunikasi intens antara Mette-Marit dan Epstein yang berlangsung antara tahun 2011 hingga 2014. Periode kontak ini terjadi lama setelah Epstein mengaku bersalah pada tahun 2008 atas tuduhan pelecehan seksual terhadap gadis di bawah umur. Dokumen-dokumen ini juga menunjukkan bahwa sang putri pernah tinggal di rumah Epstein di Palm Beach selama empat hari dalam perjalanan pribadi pada tahun 2013.
Dalam wawancara penuh emosi dengan NRK, Mette-Marit mengungkapkan perasaannya. “Saya dimanipulasi dan ditipu,” ujarnya, seraya menambahkan, “Tentu saja, saya berharap saya tidak pernah bertemu dengannya.” Penyesalan ini juga disampaikan kepada Raja Harald dan Ratu Sonja dalam pernyataan sebelumnya pada 6 Februari. Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Stoere, menekankan pentingnya Mette-Marit memberikan penjelasan lengkap, menyatakan, “Ia bertanggung jawab karena tidak memeriksa latar belakangnya secara lebih teliti.”
Hubungan Mette-Marit dengan Epstein sebelumnya telah diberitakan, namun dokumen terbaru mengindikasikan cakupan yang lebih luas dari dugaan. Pernyataan sang putri saat ini bertentangan dengan klaimnya pada tahun 2019, di mana ia mengatakan tidak akan bergaul dengan Epstein jika mengetahui kejahatannya. Saat diwawancarai, Putra Mahkota Haakon turut mendampingi istrinya, menyatakan dukungannya, “Mette penyayang, bijaksana, dan sangat kuat. Dan itulah mengapa saya akan selalu memasukkannya ke dalam tim ketika sesuatu yang sulit terjadi.” Mette-Marit menegaskan bahwa ia tidak pernah menyaksikan aktivitas ilegal apapun selama kontak mereka.
Skandal ini menambah daftar tantangan yang dihadapi keluarga kerajaan Norwegia. Popularitas monarki telah menurun dalam beberapa bulan terakhir, dari 70 persen pada Januari menjadi 60 persen pada Februari, menurut survei Norstat. Selain itu, Mette-Marit juga menghadapi masalah kesehatan kronis dan persidangan putranya dari hubungan sebelumnya atas tuduhan serius.









