Ancaman Sanksi AS Meluas: Pembeli Minyak Iran Jadi Sasaran Utama

AS Ancam Pembeli Minyak Iran Juga Bakal Kena Sanksi
AS ultimatum pembeli minyak Iran juga bakal kena sanksi. Foto: iStock/Funtay

Jakarta, Wartana.com – Amerika Serikat (AS) secara tegas mengancam akan menjatuhkan sanksi bagi negara-negara yang membeli minyak dari Iran, termasuk Tiongkok yang merupakan salah satu importir terbesar minyak Iran. Ancaman ini muncul setelah negosiasi damai di Pakistan gagal mencapai kesepakatan dan blokade maritim AS terhadap Iran dimulai sejak Senin (13/4).

“Kami telah memberi tahu negara-negara bahwa jika Anda membeli minyak Iran, bahwa jika uang Iran berada di bank Anda, kami sekarang bersedia untuk menerapkan sanksi sekunder,” kata Menteri Keuangan AS, Scott Bessent. Sebelumnya, Tiongkok tercatat membeli lebih dari 80 persen minyak yang diekspor oleh Iran. Bessent menambahkan, “Kami percaya blokade ini akan ada penghentian pembelian (minyak Iran) oleh Tiongkok.”

Sebagai langkah konkret, Departemen Keuangan AS juga telah melayangkan surat kepada dua bank di Tiongkok terkait potensi penerapan sanksi sekunder tersebut. Hingga saat ini, Kedutaan Besar Tiongkok di AS belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Bessent.

Kebijakan “tekanan maksimum” terhadap Iran telah menjadi fokus pemerintahan Trump sejak beberapa waktu lalu, utamanya terkait program nuklir Iran dan dukungannya terhadap kelompok milisi di Timur Tengah. Departemen Keuangan AS juga telah menargetkan infrastruktur transportasi minyak Iran dan memberlakukan sanksi terhadap puluhan individu, perusahaan, serta kapal yang terlibat.

Langkah pengetatan sanksi ini dilakukan beberapa minggu setelah AS sebelumnya memberikan pengecualian sanksi selama 30 hari untuk minyak Iran di laut. Menurut Bessent, pengecualian tersebut memungkinkan 140 juta barel minyak mencapai pasar global untuk meredakan tekanan pada pasokan energi yang dipicu oleh konflik. Namun, pengecualian yang akan berakhir pada 19 April tersebut telah dikonfirmasi tidak akan diperpanjang. Selain itu, AS juga belum memperpanjang pengecualian terhadap minyak Rusia yang akan berakhir pada Sabtu pekan ini. Depkeu AS juga diketahui melayangkan surat kepada Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Oman, mengidentifikasi bank-bank yang diduga memfasilitasi aktivitas ilegal Iran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *