MAKASSAR, Wartana.com – Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri, Dr. Cheka Virgouwansyah, S.STP., M.E., menilai program Ramadhan Leadership Camp Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 berpotensi menjadi model nasional dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Penilaian ini disampaikan saat Dr. Cheka memberikan pembekalan bertajuk “Kebijakan Nasional Terkait Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Asta Cita” kepada hampir 1.000 pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar.
Dalam sambutannya, Dr. Cheka Virgouwansyah menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Sulawesi Selatan atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan kepemimpinan aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya berfokus pada kapasitas individu, tetapi juga pada kemampuan menyelaraskan arah kebijakan nasional dengan implementasi di tingkat daerah, khususnya dalam kerangka Asta Cita.
“Saya secara pribadi dan prinsip mengapresiasi kegiatan Ramadhan Leadership Camp ini. Mengumpulkan eksekutif dalam satu forum seperti ini adalah hal yang baik,” ujar Dr. Cheka. Ia menambahkan bahwa model penguatan kepemimpinan ASN yang dilaksanakan Pemprov Sulsel ini patut direplikasi oleh daerah lain di Indonesia. Tujuan utamanya adalah memastikan seluruh program pemerintah daerah dapat dieksekusi secara selaras dengan kebijakan nasional, yang dapat dicapai melalui kejelasan kebijakan dan komunikasi yang efektif antara pusat dan daerah.
Dalam pembekalannya, Dr. Cheka juga mengulas klasifikasi urusan pemerintahan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta menegaskan tujuan utama pelaksanaan otonomi daerah. Tujuan-tujuan tersebut meliputi pemerataan pembangunan regional, mendorong inovasi pelayanan publik, peningkatan kualitas layanan masyarakat, penguatan kehidupan demokratis, serta pemberdayaan masyarakat. Meskipun demikian, pelaksanaan otonomi daerah masih menghadapi sejumlah tantangan.
Terkait evaluasi otonomi daerah selama hampir 25 tahun terakhir, Dr. Cheka menyampaikan bahwa indikator makro nasional menunjukkan tren perbaikan. Untuk Sulawesi Selatan, ia menilai capaian daerah ini relatif sejalan dengan tren nasional, bahkan menonjol pada beberapa urusan pemerintahan. Urusan pendidikan dan kesehatan di Sulawesi Selatan mencatat skor sangat tinggi (4,5), sementara urusan sosial mencapai indeks tertinggi secara nasional (5), disusul urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas) dengan nilai 4,8.
“Setiap unsur harus memahami posisinya dan memberikan kontribusi terbaik. Ujung dari semua ini adalah satu, yakni kesejahteraan masyarakat,” pungkas Dr. Cheka, menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan capaian kinerja tersebut melalui pemahaman peran masing-masing unsur pemerintahan.









