Jakarta, Wartana.com – Iran dilaporkan telah menembakkan dua rudal balistik jarak jauh ke arah pangkalan militer gabungan Amerika Serikat dan Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia, pada Jumat (20/3). Insiden ini menandai peningkatan ketegangan regional dan menunjukkan kapabilitas rudal Iran yang mampu menjangkau hingga 4.000 kilometer, melebihi perkiraan sebelumnya.
Kedua rudal tersebut tidak mengenai sasaran pangkalan militer yang berjarak sekitar 4.000 kilometer dari wilayah Iran. Menurut laporan AFP, salah satu rudal gagal di udara, sementara rudal kedua berhasil dicegat oleh sistem pertahanan SM-3 yang ditembakkan dari kapal perang Amerika Serikat. “Peluncuran ini bukan sekadar uji coba, melainkan pesan strategis dari Teheran,” ujar Dr. Hamid Reza, seorang analis pertahanan regional. “Iran ingin menunjukkan kepada dunia, khususnya Amerika Serikat, bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menyerang target-target vital yang jauh, mengubah dinamika ancaman di kawasan.”
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bulan lalu mengklaim bahwa Teheran telah membatasi jangkauan rudalnya hanya hingga 2.000 kilometer. Namun, peluncuran rudal terbaru ini secara efektif membantah klaim tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih, Kedutaan Besar Inggris di Washington, dan Kementerian Pertahanan Inggris belum memberikan komentar resmi terkait insiden peluncuran rudal tersebut.
Pangkalan Diego Garcia, yang terletak di Kepulauan Chagos, merupakan pos militer strategis yang sangat vital bagi operasi Amerika Serikat di kawasan. Inggris mengizinkan AS untuk menggunakan pangkalan ini sebagai salah satu dari dua lokasi utama untuk “operasi pertahanan” melawan Iran. Pangkalan ini diketahui menampung pesawat pembom dan berbagai peralatan militer AS, menjadikannya pusat utama operasi di Asia, termasuk saat aksi pemboman di Afghanistan dan Irak.
Masa depan Kepulauan Chagos sendiri sempat menjadi perhatian setelah Inggris sepakat untuk mengembalikan kepulauan tersebut kepada Mauritius, meskipun mempertahankan sewa untuk pangkalan Diego Garcia. Keputusan ini sebelumnya dikecam oleh Presiden AS Donald Trump, mengindikasikan pentingnya pangkalan tersebut bagi kepentingan strategis Washington.









