Jalur Kereta Api Masuk Makassar, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Integrasi dengan Pelabuhan

MAROS – PROYEK pembangunan jalur kereta api Makassar-Maros sepanjang 14 km tengah digenjot oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, guna menghubungkan Stasiun Mandai di Kabupaten Maros ke Pelabuhan Makassar New Port.

Proyek ini diharapkan mempercepat arus logistik sekaligus menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi di Sulawesi dan sekitarnya.

Kepala Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan, Deby Hospital menyampaikan progres pengadaan tanah untuk jalur kereta api ini telah mencapai 70 persen. “Ke depan, langkah terdekat adalah menyambungkan dan mengintegrasikannya dengan Pelabuhan Makassar New Port,” ujarnya di Stasiun Mandai, Maros.

“Sisanya adalah tanah milik Pemerintah Daerah Kota Makassar. Mekanismenya bukan pembebasan, tetapi akan ada transfer aset, di mana di atas aset Pemda tersebut akan kami bangun jalur rel. Proses ini masih berlangsung.”

Dukungan pengadaan lahan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) telah memperlancar proses ini. Deby berharap agar pembebasan dan pengadaan lahan segera rampung, sehingga jalur kereta api dari Kota Makassar ke Stasiun Mandai serta stasiun lainnya di Kabupaten Barru dapat terealisasi dengan lancar.

“Setelah terintegrasi dengan MNP, jalur ini akan memberi manfaat besar pada sektor industri, tidak hanya semen dari Tonasa, namun juga komoditas dari Bosowa dan wilayah lainnya. Harapan utama kami adalah dapat menekan biaya logistik,” tambah Deby.

Integrasi kereta api dengan Pelabuhan Makassar New Port diprediksi akan menyamakan biaya jasa transportasi logistik di seluruh Indonesia, bahkan menurunkannya secara signifikan.

Hal ini sangat strategis mengingat Pelabuhan MNP dan Pelabuhan Bitung akan dikembangkan menjadi hub internasional, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.

“Kami berharap berperan tidak hanya di bagian barat Indonesia, tapi juga di bagian timur yang menjadi pusat strategis Indonesia,” tutup Deby, menegaskan ambisi pengembangan transportasi dan ekonomi Sulawesi melalui proyek ini. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *