MAKASSAR, WARTANA – Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI kembali digelar sebagai ajang konsolidasi para pelaku usaha asal Sulawesi Selatan. Forum tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 25–26 Maret 2026 di Hotel Claro Makassar, dengan estimasi kehadiran sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.
Wakil Ketua Bidang Investasi dan Ketenagakerjaan BPP KKSS, Andi Rukman N. Karumpa, menilai PSBM memiliki peran penting dalam memperkuat jejaring ekonomi berbasis kekeluargaan yang telah terbangun selama puluhan tahun.
Menurutnya, forum ini bukan sekadar ajang pertemuan, melainkan ruang strategis untuk mempererat hubungan sekaligus membuka peluang kolaborasi antar pelaku usaha.
“Selama hampir tiga dekade, PSBM menjadi wadah mempertemukan saudagar Bugis Makassar untuk saling terhubung dan memperkuat jaringan bisnis, biasanya digelar usai Idul Fitri,” kata Andi Rukman, Selasa (24/3/2026).
Ia melihat penyelenggaraan tahun ini memiliki daya dorong yang lebih besar dibanding sebelumnya. Hal tersebut tidak lepas dari kehadiran sejumlah tokoh nasional dan daerah yang dinilai dapat memperluas peluang kerja sama lintas sektor.
“Partisipasi sejumlah gubernur asal Sulawesi Selatan serta menteri dan wakil menteri di Kabinet Prabowo menjadi momentum penting. Ini membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk mengembangkan jaringan dan bisnisnya,” ujar Andi Rukman.
Lebih jauh, ia menilai PSBM dapat menjadi titik temu antara dunia usaha dan pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan terintegrasi.
Andi Rukman juga mengapresiasi peran Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, yang dinilai konsisten mendorong lahirnya wirausaha baru, khususnya di sektor pangan dan pendidikan.
Ia menyebut berbagai program yang dijalankan organisasi telah memberikan dampak nyata, termasuk inisiatif pengembangan sekolah unggulan dalam waktu relatif singkat.
“Komitmen untuk mencetak pengusaha baru dan memperkuat sektor strategis seperti pangan dan pendidikan sudah terlihat jelas melalui program-program yang dijalankan,” jelasnya.
Melalui PSBM XXVI, ia berharap seluruh bidang dalam organisasi dapat menyusun langkah prioritas yang lebih terarah serta memastikan program berjalan secara berkelanjutan.
Selain itu, Andi Rukman mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum tersebut secara maksimal, terutama dalam mengikuti sesi diskusi dan temu bisnis yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan.
“Kehadiran kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia diharapkan bisa menjadi pemicu lahirnya kerja sama baru antara pemerintah dan pelaku usaha,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan sebagai fondasi utama dalam membangun jaringan usaha yang kuat.
“Semangat adalah modal utama. Silaturahmi harus terus dijaga tanpa batas, dan setiap ikhtiar perlu disertai rasa syukur,” tutup Andi Rukman.









