Gubernur Sulut Tawarkan Peluang Investasi Besar ke Saudagar Bugis-Makassar di PSBM 2026

MAKASSAR, WARTANA – Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Mayor Jenderal TNI (Purn.) Yulius Selvanus Komaling, SE, secara terbuka mengundang para pengusaha Bugis-Makassar untuk menanamkan investasi di wilayahnya. Ajakan tersebut disampaikan dalam ajang Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI 2026 yang berlangsung di Hotel Claro Makassar pada 25–27 Maret 2026.

Pada sesi Success Story, Yulius tampil sebagai pembicara utama dengan memaparkan berbagai potensi unggulan Sulawesi Utara. Di hadapan para saudagar yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), ia menjelaskan sejumlah sektor strategis yang dinilai memiliki prospek bisnis menjanjikan.

Salah satu sektor yang menjadi sorotan adalah komoditas kelapa. Sulawesi Utara mencatat ekspor kelapa mencapai 2.750.000 pohon dengan nilai Rp 1,2 triliun, yang telah menembus pasar internasional seperti Tiongkok, India, Jepang, dan Singapura.

“Tahun 2026 ini, kami menargetkan penanaman kembali bibit kelapa sebanyak 2.750.000 pohon untuk memperkuat basis produksi,” ungkapnya saat diwawancarai media, Jumat (27/3/2026).

Selain kelapa, komoditas pala juga menjadi andalan dengan produksi mencapai 12.800 ton per tahun. Untuk meningkatkan nilai tambah, pemerintah daerah mendorong program hilirisasi yang mendapat dukungan dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

“Strategi hilirisasi inilah yang akan menciptakan nilai ekonomi berkali lipat sekaligus membuka pintu lebar bagi masuknya investasi baru,” tegas Yulius penuh optimisme.

Ia pun berharap para saudagar Bugis-Makassar dapat memanfaatkan peluang di berbagai sektor, mulai dari perkebunan, pertanian, hingga perikanan. Dukungan pemerintah pusat juga dinilai memperkuat potensi tersebut, termasuk melalui hibah lahan sawah seluas 11 ribu hektare untuk ketahanan pangan.

Di sektor pertambangan, Sulawesi Utara memiliki cadangan emas yang menempatkannya di posisi keempat terbesar di Indonesia. Pemerintah daerah telah menetapkan 63 blok wilayah pertambangan rakyat yang siap untuk dikelola.

“Ini adalah peluang emas yang nyata bagi para saudagar yang ingin melakukan ekspansi bisnis di sektor tambang,” imbuhnya.

Potensi lainnya datang dari sektor pariwisata. Destinasi unggulan seperti Taman Nasional Bunaken, Likupang, dan Tomohon terus dikembangkan sebagai tujuan wisata kelas dunia.

Sementara itu, sektor kelautan dan perikanan menunjukkan kinerja positif dengan volume ekspor yang konsisten melampaui 20.000 ton per tahun.

Pada sektor kehutanan, pemerintah daerah fokus mengembangkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), seperti rotan, bambu, madu, dan sarang burung walet yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Potensi hasil hutan kita sangat melimpah dan punya nilai jual tinggi di pasar global,” pungkasnya yang disambut tepuk tangan para peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Yulius hadir didampingi Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara Denny Mangala, Kepala Bappeda Sulut Elvira Katuuk, Direktur Utama Perumda Sulut Dating Palembangan, serta anggota DPRD Provinsi Sulut Abdul Gani yang juga Ketua KKSS Sulawesi Utara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *