BONE, WARTANA – Pemerintah Kabupaten Bone menandai satu tahun kepemimpinan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman bersama Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin melalui program “Beramal”. Program tersebut mencatat sejumlah capaian pembangunan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, sosial, infrastruktur hingga tata kelola pemerintahan.
Refleksi satu tahun pemerintahan di Kabupaten Bone menunjukkan perbaikan sejumlah indikator makro-sosial. Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sebesar 5,5 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 6,15 persen pada triwulan III 2025.
Persentase penduduk miskin juga mengalami penurunan dari 9,58 persen pada 2024 menjadi 9,13 persen pada 2025. Sementara tingkat pengangguran terbuka tercatat 2,28 persen pada 2024 dan diproyeksikan turun menjadi 2,18 persen pada 2025.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bone turut meningkat dari 70,81 pada 2024 menjadi 71,63 pada 2025, sedangkan indeks gini yang mencerminkan ketimpangan ekonomi juga diproyeksikan mengalami penurunan.
Di sektor kesehatan, prevalensi stunting menunjukkan penurunan signifikan dari 2,67 persen pada 2024 menjadi 0,9 persen pada 2025. Selain itu, angka gizi buruk juga menurun, sementara tingkat kemiskinan ekstrem berkurang dari 0,55 persen pada 2023 menjadi 0,43 persen pada 2024.
Stabilitas ekonomi daerah juga tercermin dari inflasi yang terkendali di angka 2,31 persen pada 2024 dan diproyeksikan turun menjadi 2,29 persen pada 2025. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita juga meningkat dari Rp60,25 juta menjadi Rp63,17 juta pada 2025.
Di bidang infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Bone membangun jalan sepanjang 32,95 kilometer dengan anggaran Rp123,3 miliar, serta 30 unit jembatan dengan nilai sekitar Rp6,8 miliar. Selain itu, pembangunan fasilitas pendidikan seperti Sekolah Rakyat di Bajoe, SMA dan SMK, serta pembebasan lahan untuk pengembangan bandara juga menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah.
Penguatan sektor ekonomi kerakyatan juga menjadi fokus pemerintah daerah melalui bantuan pertanian senilai Rp235 miliar, bantuan nelayan sebesar Rp22 miliar, pembangunan 61 unit Koperasi Merah Putih, serta pengembangan kawasan hilirisasi ayam terintegrasi di Kecamatan Ponre dengan nilai investasi mencapai Rp1,2 triliun.
Selain pembangunan fisik dan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Bone juga meraih sejumlah penghargaan dari berbagai lembaga nasional. Di antaranya penghargaan dari Badan Kepegawaian Negara sebagai pemerintah daerah tercepat dalam proses pengadaan CASN serta opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-10 dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.
Pemerintah daerah juga menerima penghargaan nasional dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atas dukungan terhadap program pembangunan keluarga.
Di bidang lingkungan hidup dan pendidikan, Kabupaten Bone meraih penghargaan Program Kampung Iklim, Adiwiyata tingkat nasional, serta Ecological Fiscal Transfer 2025. Kabupaten Bone juga menempati peringkat tiga terbaik tingkat provinsi dalam penanganan stunting dan meraih penghargaan atas kontribusi produksi padi dan jagung tertinggi di Sulawesi Selatan.
Prestasi lain juga datang dari sektor literasi. Perpustakaan Mandiri Desa Bacu berhasil meraih Juara I tingkat provinsi dan Juara II tingkat nasional, menambah daftar capaian di bidang pendidikan serta penguatan sumber daya manusia.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah dan dukungan masyarakat.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah dan dukungan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bone,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Melalui program “Beramal”, Pemerintah Kabupaten Bone berharap pembangunan daerah dapat terus memberikan dampak positif serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.









