MAKASSAR, WARTANA – Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan Halal Bi Halal (HBH) Kerukunan Keluarga Indonesia Kolaka (KKIK) Makassar yang digelar di Lantai 2 Best Western Plus Hotel, Jalan Bontolempangan, Makassar, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Kasih Menjalin Persaudaraan dan Silaturahim dalam Ikatan Kasih HBH KKIK” ini menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga Kolaka yang bermukim di Makassar dan sekitarnya.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan Ketua Panitia, Hj. Nurfaidah Ambo Lau Al Aidal. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran warga Kolaka yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh keluarga besar KKIK yang hadir. Keberhasilan acara ini merupakan buah dari dukungan Ketua KKIK, Prof. H. Syamsul Bahri, serta partisipasi aktif bapak dan ibu sekalian. Besar harapan kami, kebersamaan seperti ini tidak hanya berhenti di momen lebaran saja, namun terus berlanjut di masa depan,” ujarnya.
Dalam laporannya, Nurfaidah juga mengungkapkan bahwa jumlah warga Kolaka di Makassar diperkirakan mencapai 300 orang. Ia berharap pengurus KKIK dapat lebih aktif dalam melakukan pendataan dan memperkuat konsolidasi organisasi.
Sementara itu, Ketua KKIK Makassar, Prof. Syamsul Bahri, menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal tidak sekadar menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga momentum memperkuat jaringan sosial di perantauan.
“Di tanah rantau, silaturahmi adalah kekuatan utama kita sebagai sesama putra-putri Kolaka. Kita memiliki modal sosial yang sangat lengkap di Makassar; mulai dari kaum akademisi dengan deretan gelar profesor, pejabat pemerintahan, personel TNI dan Polri, legislator, hingga para pengusaha sukses yang berkontribusi bagi daerah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran pengurus KKIK dalam menjaga soliditas organisasi dan membangun komunikasi yang berkelanjutan antaranggota.
“Hajat ini lebih dari sekadar temu kangen, melainkan cara kita mengikat kembali simpul batin yang mungkin sempat renggang. Sejauh apa pun kita melangkah dari kampung halaman dan setinggi apa pun jabatan yang digenggam, persaudaraan tetap menjadi yang utama. Saya ingin melihat kita semua semakin giat menjalin komunikasi,” tambahnya.
Penasehat KKIK, Prof. Syahrir Malongi, turut mendorong agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin, misalnya melalui pertemuan bulanan, guna menjaga kesinambungan silaturahmi.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh, termasuk pengusaha Sulawesi Selatan H. Bahar Ngitung, serta diisi dengan tausiah oleh Ustadz Drs. H. Agung Wirawan, M.Si.
Acara ditutup dengan hiburan musik, sesi foto bersama, serta saling bersalaman sebagai simbol penguatan ikatan kekeluargaan di perantauan.









