MAKASSAR – SELAMA bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan memperluas jangkauan layanan penukaran uang dengan menyediakan 120 titik layanan di 24 kabupaten/kota.
Jumlah ini meningkat 14 persen dibanding tahun sebelumnya sebagai wujud sinergi dan komitmen Bank Indonesia bersama perbankan serta pemerintah daerah untuk mendekatkan akses penukaran uang kepada masyarakat.
Kepala KPwBI Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda dalam paparan Tayangan Bareng Media TW I 2026, Jumat (20/2/2026), menjelaskan bahwa layanan penukaran uang ini akan berlangsung mulai 19 Februari hingga 13 Maret 2026 atau selama dua pekan menjelang Ramadan.
“Masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor BI. Kami bersama perbankan dan pemda hadir di berbagai lokasi strategis agar penukaran uang lebih mudah, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Bank Indonesia menyiapkan empat skema layanan untuk menjangkau masyarakat secara luas.
Pertama, Layanan Penukaran Sinergi Perbankan Makassar yang digelar di 20 kantor bank se-Kota Makassar pada 25 Februari hingga 13 Maret 2026. Setiap bank melayani penukaran satu kali dengan kuota 100 orang per hari.
Kedua, Layanan Terpadu Sinergi Perbankan dan PEMDA yang menyasar 7 lokasi, yakni Manunggal Makassar, Gowa, Parepare, Bulukumba, Bone, dan Palopo pada 25 Februari hingga 12 Maret 2026. Di setiap lokasi, BI dan bank menyiagakan mobil layanan dengan total kuota 1.000 orang per hari.
Ketiga, Layanan Ritel Rumah Ibadah di 10 masjid yang tersebar di Makassar dan daerah seperti Enrekang, Malili, Gowa, Pangkep, dan Takalar pada 24 Februari hingga 10 Maret 2026. Setiap rumah ibadah mendapat jadwal layanan satu kali dengan kuota 300 orang.
Keempat, Layanan Tematik Jelajah Phinisi yang secara khusus menyasar 3 pulau di Makassar (Pulau Lae-lae dan Barrang Lompo) serta Pulau Tanakeke di Takalar pada 8 Maret 2026. Total kuota penukaran mencapai 200 orang per kegiatan.
Untuk menghindari antrean panjang dan memastikan kepastian layanan, Bank Indonesia mengoptimalkan penggunaan aplikasi PINTAR (https://pintar.bi.go.id) bagi masyarakat yang ingin melakukan pemesanan penukaran uang melalui kas keliling.
Tahun ini, BI Sulsel menyediakan 26.143 paket penukaran. Melonjak 61 persen dibanding 16.243 paket pada tahun 2025. Masyarakat berhak menukar uang maksimal Rp5,3 juta per orang dengan pecahan yang telah ditentukan, meningkat dari tahun lalu yang sebesar Rp4,3 juta.
“Melalui PINTAR, masyarakat bisa memilih lokasi kas keliling yang tersedia, melakukan pemesanan, dan mendapatkan bukti pemesanan. Ini memudahkan masyarakat dan memastikan uang yang ditukar sesuai kebutuhan,” jelas Kepala BI Sulsel.
Secara keseluruhan, Bank Indonesia Sulawesi Selatan menyiapkan uang layak edar sebesar Rp4,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada momen Ramadan dan Idulfitri 2026, atau meningkat 5 persen dari realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,3 triliun.
Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur keagamaan, serta perluasan akseptasi sistem pembayaran digital di daerah.
Dengan 120 titik layanan yang tersebar luas, Bank Indonesia berharap masyarakat Sulawesi Selatan dapat menikmati layanan penukaran uang yang mudah, cepat, dan aman di bulan penuh berkah ini. []











