Malang, Wartana.com – Mampang Bridge Community (MBC) sukses menciptakan kejutan besar dengan meraih gelar juara pada ajang BTC Cup III yang berlangsung di Malang Creative Centre, Malang. Tanpa banyak diperhitungkan sebelumnya, tim asal Jakarta ini berhasil menyingkirkan dua tim favorit kuat, BTC Malang dan Climanusa, dalam pertarungan sengit babak final.
Kemenangan MBC ditentukan berkat performa eksplosif mereka di dua sesi terakhir babak final. Tim yang diperkuat oleh Didi Andries, Rizky Watuseke, Tommy Rogi, Clif M. Tangkuman, Giovani Watulingas, dan Hendrik Victor M. ini mencatat kemenangan telak atas SBC dan GBB Putra dengan margin di atas 19 VP. Konsistensi ini membuat MBC finis sebagai juara dengan total 85,47 VP, berhak atas Piala BTC dan uang pembinaan sebesar Rp45 juta.
Tim tuan rumah, BTC Malang, yang merupakan salah satu favorit, harus puas menempati posisi kedua dengan 82,24 VP. Meskipun diperkuat pemain-pemain tangguh seperti Thoriq Alkatiri, Sacchariawan IP, Ferry Nardo ST, Franky Stevan Karwur, Youberth J. Sumarauw, dan Rony Eltanto, margin kemenangan mereka di sesi akhir tidak cukup untuk mengejar lonjakan performa MBC. BTC Malang membawa pulang hadiah uang sebesar Rp25 juta. Sementara itu, tim Climanusa yang juga difavoritkan, harus puas di posisi ketiga dengan 76,09 VP.
Dominasi Mampang BC menjadi sorotan utama, mengubah peta persaingan di turnamen ini. Walikota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat M.M., memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan turnamen. “Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan turnamen bridge bertaraf internasional seperti ini di Malang,” ujarnya. Ia menambahkan, “Bridge sebagai ‘olahraga otak’ sangat cocok dikembangkan di kota kami, mengingat potensi besar dari populasi dan jumlah mahasiswa. Kami berharap event ini dapat menjadi agenda rutin dan mendapat dukungan penuh dari KONI serta dinas terkait.” Hasil turnamen juga menunjukkan regenerasi positif di dunia bridge Indonesia, ditandai dengan dominasi pemain muda pada kategori Flight B Swiss, seperti Purwokerto Jr, Teratai Jogja Junior, dan Jatim U21.
Founder BTC, Thoriq Alkatiri, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh peserta. Ia juga menegaskan makna di balik nama klubnya. “Melalui turnamen ini, kami berharap semangat ‘Be The Champion’ dapat terus menyala bagi para pehobi bridge di seluruh Indonesia, selaras dengan filosofi BTC,” pungkasnya.









