Setahun Memimpin, Kinerja Wali Kota Munafri-Aliyah Raih Tingkat Kepuasan 80,1% Warga Makassar

Setahun Kerja Wali kota Munafri Untuk Makassar, 80% Warga Merasa Puas

MAKASSAR, Wartana.com – Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, mencapai 80,1 persen setelah satu tahun memimpin kota ini. Hasil survei yang dirilis oleh Parameter Publik Indonesia (PPI) pada Kamis (19/2/2026) di Hotel Mercure Makassar ini menunjukkan dukungan mayoritas masyarakat terhadap kepemimpinan pasangan yang akrab disapa “Mulia” tersebut.

Survei independen ini dilaksanakan menjelang genap setahun masa kepemimpinan Munafri-Aliyah pada 20 Februari 2026. Direktur PPI, Ras MD, menjelaskan bahwa survei digelar untuk mengukur realisasi tujuh program prioritas, respons publik terhadap kebijakan strategis, serta tingkat kepuasan masyarakat. “Survei ini memotret sejauh mana program prioritas berjalan dan bagaimana respons publik terhadap kebijakan, termasuk isu penertiban yang sempat menjadi perbincangan,” ujar Ras MD. Metodologi survei melibatkan 600 responden di 15 kecamatan di Makassar, dilaksanakan pada 5–14 Februari 2026, dengan margin of error 4,08 persen dan tingkat kepercayaan di atas 95 persen.

Meskipun tingkat kepuasan kinerja secara keseluruhan tinggi, survei PPI juga menyoroti sejumlah persepsi publik terhadap empat aspek kehidupan sosial. Kondisi politik dinilai baik oleh 73 persen responden, keamanan oleh lebih dari 70 persen, dan penegakan hukum oleh lebih dari 74 persen. Namun, aspek ekonomi menunjukkan catatan penting, di mana 31,7 persen responden menilai kondisi ekonomi buruk, sementara 61,7 persen menilai baik. “Persepsi negatif terhadap kondisi ekonomi yang menembus angka 30 persen ini menjadi catatan penting bagi pemerintah,” tegas Ras.

Secara lebih spesifik, masalah ekonomi juga mendominasi isu paling mendesak di Kota Makassar, disebutkan oleh 49,5 persen responden. Isu ini mencakup tingginya harga kebutuhan pokok (35,2 persen) dan sulitnya lapangan pekerjaan (16,7 persen), disusul oleh persoalan banjir (15,3 persen). Meski demikian, angka 80,1 persen tergolong sangat tinggi dan menunjukkan kepuasan yang relatif merata di seluruh segmen usia. Dr. Nur Cahaya, pengamat kebijakan publik dari Universitas Hasanuddin, menanggapi, “Capaian ini menjadi modal sosial dan politik yang kuat bagi kepemimpinan Munafri-Aliyah. Namun, perhatian serius terhadap sektor ekonomi dan dampak kebijakan penertiban akan krusial untuk menjaga dukungan publik ke depan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *