Jakarta, Wartana.com – Tim Nasional Hoki Lapangan Putri Indonesia berhasil mengamankan satu tiket menuju Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, usai mengalahkan Sri Lanka dalam laga kualifikasi yang berlangsung di Stadion Hockey Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Jumat (24/4/2026) malam.
Meski telah memastikan lolos, skuat Garuda Merah Putih tidak akan mengendurkan semangat. Mereka tetap membidik kemenangan saat menghadapi Singapura dalam perebutan juara Pool B pada Babak Kualifikasi Hockey Putri Asian Games 2026. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di lokasi yang sama pada Minggu (26/4/2026) pukul 15.00 WIB.
Pelatih Timnas Hockey Field Indonesia, Muhamad Dhaarma Raj, menegaskan bahwa laga melawan Singapura bukan sekadar formalitas. “Laga melawan Singapura hanya untuk menentukan juara Pool B dan apapun hasilnya kita tetap melangkah ke semifinal. Namun, kita akan tetap memasang target meraih kemenangan karena bisa membantu mendapatkan poin menaikkan peringkat dunia Timnas Hockey Field Putri Indonesia,” ujar Dhaarma Raj saat dihubungi pada Sabtu (25/4/2026).
Dhaarma Raj mengakui bahwa Singapura merupakan tim berkualitas, meskipun Timnas Hockey Field Putri Indonesia berhasil meraih kemenangan dalam dua pertemuan terakhir. “Saat TC Games, kita menang 4-0. Begitu juga saat tampil di Turnamen Hong Kong menang 5-1. Dua kemenangan ini tidak bisa dijadikan patokan karena Singapura itu juara IF Cup di Jakarta 2025 lalu,” jelasnya.
Menghadapi lawan yang tangguh, Dhaarma dan tim pelatih telah melakukan persiapan matang. “Kita bukan hanya mempelajari permainan Singapura tetapi juga sudah melakukan evaluasi dari dua pertandingan,” ungkap Dhaarma. Dia menambahkan bahwa lawan di babak semifinal belum dapat diprediksi karena persaingan ketat di Pool A antara Chinese Taipei, Hong Kong, dan Bangladesh.
Di Pool A, Chinese Taipei dan Bangladesh sama-sama mengoleksi 4 poin dari sekali menang dan sekali imbang, sementara Hong Kong mengantongi 3 poin. Pertandingan terakhir penyisihan di Pool A akan mempertemukan Hong Kong melawan Bangladesh dan Chinese Taipei bertemu dengan Uzbekistan.









