Pemerintah Stop Impor Gula Rafinasi, Fokus Produksi Lokal untuk Industri

JAKARTA, WARTANA – Pemerintah resmi menghentikan impor gula rafinasi dalam rangka memperkuat ketahanan industri dalam negeri. Wakil Menteri Pertanian, Sugaryono, menegaskan realisasi impor gula rafinasi tahun ini sudah mencapai target 100 persen. Menurutnya, angka tersebut dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri.

“Keputusan kita stop impor gula,” ujar Sugaryono di Jakarta, Kamis (11/9). Namun ia menekankan, keputusan ini masih bersifat sementara. Pemerintah tetap akan memantau perkembangan di lapangan agar pasokan industri tidak terganggu.

Sugaryono menambahkan, pemerintah tahun ini fokus meningkatkan produksi gula lokal. Tahap pertama diarahkan untuk swasembada pangan, selanjutnya memenuhi kebutuhan industri. “Dengan cara ini, ketergantungan pada impor bisa ditekan secara bertahap,” tegasnya.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, mengungkapkan bahwa keputusan penghentian impor gula rafinasi sudah dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Menko Bidang Pangan, Zulkifi Hasan. Ia menegaskan, kebijakan ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah kepada petani tebu.

Menurut Arief, neraca gula nasional hingga akhir tahun diperkirakan mencapai 4,6 juta ton. Dengan kondisi itu, impor gula rafinasi dianggap tidak lagi mendesak. “Kita semua mendukung petani tebu, tidak ada impor. Importasi terkait gula rafinasi akan dikurangi,” ujarnya.

Arief juga menambahkan, realisasi impor gula rafinasi untuk industri pada tahun ini hanya sekitar 533 ribu ton, jauh lebih rendah dibanding kebutuhan yang kini bisa dipenuhi melalui produksi dalam negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *