Okto Luncurkan “Game Changer Award” di RAT NOC Indonesia 2026: Apresiasi untuk Pahlawan Olahraga Tersembunyi

Okto Luncurkan "Game Changer Award" di RAT NOC Indonesia 2026: Apresiasi untuk Pahlawan Olahraga Tersembunyi

Jakarta, Wartana.com – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) akan menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2026 pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Ballroom Hotel Fairmont, Jakarta. Perhelatan ini dipastikan akan dimeriahkan dengan peluncuran “Game Changer Award,” sebuah penghargaan baru yang didedikasikan untuk insan olahraga yang memberikan dampak signifikan bagi kemajuan olahraga nasional.

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa RAT bukan hanya momentum penguatan organisasi, tetapi juga ajang apresiasi bagi seluruh pelaku olahraga. Keputusan untuk meluncurkan penghargaan ini diambil melalui Rapat Komite Eksekutif NOC Indonesia belum lama ini.

“Game Changer Award” akan mengumumkan sembilan kategori pemenang. Proses seleksi dilakukan oleh panel juri independen yang terdiri dari jurnalis dan Olympian terkemuka, termasuk Richard Sam Bera dan Krisna Bayu, guna menjamin objektivitas dan transparansi penilaian.

“Olahraga Indonesia tidak hanya dibangun oleh para atlet di podium. Ada ribuan orang di balik layar, mulai pelatih, ofisial, jurnalis, relawan, dan pemimpin federasi yang dedikasinya tidak pernah terukur dengan medali. Game Changer Award lahir untuk memastikan mereka tidak pernah terlupakan. Ini adalah cara kami berterima kasih kepada seluruh ekosistem yang menghidupkan olahraga Olimpiade Indonesia,” ujar Okto di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Selain peluncuran penghargaan tersebut, RAT 2026 juga akan menjadi forum strategis untuk pengambilan keputusan penting. Agenda rapat mencakup pembahasan penerimaan dua calon anggota baru, yakni Indonesia Cheerleader Association (ICA) dan Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI), sebagai langkah untuk memperluas ekosistem olahraga nasional. Forum ini juga akan mengesahkan laporan kinerja 2025, mengevaluasi partisipasi Tim Indonesia di berbagai ajang internasional, serta menetapkan restrukturisasi National Olympic Academy (NOA) untuk memperkuat pendidikan dan penyebaran nilai-nilai Olimpisme.

Okto menambahkan, “Ini bukan sekadar formalitas, melainkan momentum untuk merefleksikan perjalanan, memperkuat komitmen, dan menyatukan langkah menuju prestasi dunia. Dengan fondasi yang semakin kuat, kami optimistis Indonesia siap bersaing di level tertinggi.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *