Benarkah Sleep Apnea dan Diet Buruk Bisa Picu Kanker?

Kesehatan Fisik

Penyakit kanker seringkali menjadi penyebab kematian terbanyak di dunia di mana terdapat berbagai jenis kanker yang melibatkan jaringan dalam tubuh.

Faktor penyebab kanker juga bermacam-macam, seperti asap rokok, alkohol, bahan kimia yang terdapat pada daging merah atau makanan lainnya, serta gaya hidup tidak sehat. Tidak hanya itu, risiko kanker juga semakin meningkat akibat pola diet yang tidak tepat serta gangguan tidur (sleep apnea) yang dialami.

Sleep apnea memicu timbulnya risiko penyakit kanker

Peningkatan risiko kanker ternyata tidak hanya terjadi akibat terlalu banyak minum alkohol dan konsumsi rokok saja, tetapi juga dapat disebabkan karena gangguan tidur serius (sleep apnea) yang dialami.

Kadar oksigen dalam darah yang rendah dan gangguan tidur (sleep apnea) yang terjadi pada malam hari berperan besar dalam munculnya beberapa jenis kanker.

Sleep apnea merupakan gangguan tidur serius yang terjadi ketika pernapasan terganggu bahkan berhenti ketika tidur. Hal ini dapat memengaruhi otak dan tubuh karena tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

Menurut penelitian, terhambatnya saluran pernapasan ketika tidur membuat kadar oksigen dalam darah turun hingga 90% dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang tanpa gangguan tidur (sleep apnea).

Penelitian juga mengungkapkan bahwa risiko kanker lebih sering terjadi pada wanita daripada pria, meskipun telah mempertimbangkan faktor seperti usia ataupun indeks massa tubuh (BMI). Jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita yaitu kanker payudara, sedangkan kanker prostat merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi pada pria.

Sebenarnya gangguan tidur tidak menyebabkan kanker, tetapi penelitian menunjukkan adanya hubungan antar keduanya dan sleep apnea dapat menjadi salah satu indikator meningkatnya risiko penyakit kanker pada wanita.

Gejala sleep apnea yang lebih sering terjadi pada wanita umumnya meliputi kelelahan, insomnia, depresi, dan sakit kepala di pagi hari. Sementara itu, gejala sleep apnea yang lebih sering terjadi pada pria di antaranya kantuk, mendengkur, serta napas yang berhenti pada malam hari.

Pola diet yang tidak tepat ikut berpengaruh terhadap penyakit kanker

Kebiasaan makan makanan yang tidak sehat juga dapat memicu peningkatan risiko kanker. Sebuah penelitian mengungkapkan, konsumsi alkohol berlebih dan faktor obesitas juga dapat meningkatkan risiko kanker, begitupun dengan pola makan yang buruk.

Pola makan yang tidak tepat juga dianggap memiliki kaitan yang erat terhadap meningkatnya risiko kanker mulut, kanker nasofaring, kanker laring, kanker rahim, kanker payudara, kanker ginjal, kanker perut, bahkan kanker hati.

Rendahnya asupan sayur dan buah, biji-bijian, dan produk susu serta terlalu banyak mengonsumsi daging olahan atau daging merah, serta terlalu banyak mengonsumsi minuman manis dapat meningkatkan risiko kanker yang berhubungan dengan diet. Maka dari itu, penerapan pola hidup sehat dan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh penting dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *