Israel, Wartana.com – Mantan Jenderal Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Itzhak Brik mengeluarkan peringatan keras mengenai masa depan Israel, menyatakan negara tersebut berisiko bubar sebelum tahun 2048 jika tidak ada perubahan signifikan dalam menghadapi perpecahan internal dan ancaman eksternal. Peringatan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan sosial, politik, dan keamanan yang melanda Israel.
Brik, yang dikenal vokal mengkritisi kesiapan militer Israel, menggarisbawahi bahwa Israel sedang menghadapi krisis multidimensional yang dapat mengikis fondasi negara. Ia menyoroti perpecahan tajam dalam masyarakat Israel, kegagalan kepemimpinan dalam mengatasi tantangan keamanan, serta kesiapan militer yang dianggapnya tidak memadai untuk menghadapi ancaman regional yang kompleks.
“Kita sedang berada di persimpangan jalan. Jika perpecahan internal terus meruncing dan sistem keamanan kita tidak direformasi secara fundamental, proyek Zionis ini—yang masih berusia relatif muda—dapat berakhir sebelum mencapai ulang tahun ke-100,” kata Brik dalam sebuah pernyataan yang dikutip media lokal. Ia menambahkan bahwa konflik internal, lebih dari ancaman eksternal, menjadi faktor paling krusial yang mengancam kohesi nasional.
Peringatan Brik ini mengacu pada tahun 2048, yang menandai satu abad berdirinya negara Israel. Sejumlah analis sejarah juga kerap menyoroti “teori siklus 80 tahun” yang mengaitkan berbagai entitas politik di Timur Tengah dengan rentang waktu eksistensi tertentu sebelum menghadapi perubahan fundamental atau keruntuhan.
Kritik dari sosok militer senior seperti Brik menambah daftar panjang kekhawatiran yang diungkapkan oleh berbagai pihak di Israel mengenai arah dan stabilitas negara. Perdebatan internal yang intens mengenai reformasi yudisial, kebijakan luar negeri, dan identitas nasional terus memicu polarisasi di tengah masyarakat, yang menurut Brik, melemahkan kemampuan Israel untuk bersatu menghadapi tantangan nyata.









