Jelang Tenggat, Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran: Pengamat Soroti Isyarat Kegagalan Perundingan

Ogah Dianggap Kalah, Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran
Presiden AS Donald Trump pilih perpanjang gencatan senjata dengan Iran. (Jim WATSON / AFP)

Jakarta, Wartana.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu yang dijadwalkan pada Rabu (22/4). Keputusan ini diambil di tengah spekulasi dan analisis dari sejumlah pengamat kebijakan luar negeri.

Sejumlah pengamat menilai langkah Trump untuk memperpanjang gencatan senjata hingga batas waktu yang tidak ditentukan adalah upaya untuk menepis anggapan kekalahan dalam konflik diplomatik dengan Iran. Pengamat kebijakan luar negeri Amerika Serikat, Barbara Slavin, berpandangan bahwa keputusan tersebut merupakan manuver untuk menutupi kegagalan Washington dalam memastikan kehadiran Iran pada putaran kedua perundingan di Pakistan.

“[Pernyataan itu adalah] cara untuk menutupi rasa malu karena AS siap mengirim wakil presiden ke Pakistan sementara Iran tidak siap melakukan hal yang sama,” kata Slavin, seperti dikutip oleh Al Jazeera. Perundingan putaran kedua tersebut seharusnya berlangsung sebelum gencatan senjata dua pekan yang berlaku sejak 8 April berakhir. Namun, Iran menolak untuk berunding kembali di Pakistan, memaksa AS membatalkan lawatan ke Islamabad setelah sempat mempersiapkan delegasinya.

Slavin menambahkan bahwa Trump berada dalam posisi yang dilematis, terutama karena konflik tersebut tidak berjalan sesuai harapannya sejak awal. “Perang ini tidak berjalan sesuai harapannya sejak awal, dan Iran telah menemukan pengaruh baru dalam kendalinya atas Selat Hormuz,” ujarnya. Ia menyarankan agar AS “melepaskan tuntutan maksimalnya” dan menawarkan Iran semacam isyarat bahwa mereka serius mencari solusi.

Di sisi lain, Trump sendiri sempat mengungkapkan alasan perpanjangan gencatan senjata tersebut. “Kami diminta menunda serangan kami terhadap Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka bisa mengajukan proposal yang terpadu,” tulis Trump dalam pernyataannya. Ia juga menginstruksikan Militer AS untuk melanjutkan blokade dan “tetap siap dan mampu” dalam segala hal lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *