Jakarta, Wartana.com – Presiden Donald Trump menegaskan militer Amerika Serikat akan mengawal kapal-kapal tanker melalui Selat Hormuz, menyusul langkah Iran yang memblokade jalur vital tersebut. Pernyataan ini disampaikan Trump di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menyusul serangan balasan Iran terhadap AS dan Israel.
Komitmen ini diungkapkan Trump melalui unggahan di platform media sosial buatannya, Truth Social, pada Selasa (3/3). “Jika perlu, Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz sesegera mungkin,” tulis Trump. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat akan memastikan “ALIRAN BEBAS ENERGI ke DUNIA,” menekankan kekuatan ekonomi dan militer AS. Langkah ini diambil menyusul serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan ke Israel dan pangkalan militer AS di kawasan, serta penutupan Selat Hormuz.
Blokade Iran di Selat Hormuz berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak melonjak lebih dari 15 persen sejak operasi militer bersama AS dan Israel diluncurkan. Biaya diperkirakan akan terus meningkat karena pasokan minyak berkurang akibat penutupan selat dan serangan terhadap instalasi energi di Timur Tengah. Untuk mengatasi dampak ekonomi ini, Trump juga memerintahkan Perusahaan Pembiayaan Pengembangan AS (Development Finance Corporation/DFC) untuk memberikan harga wajar, asuransi risiko politik, dan jaminan keamanan keuangan bagi seluruh perdagangan maritim, terutama energi yang melintasi Teluk.
DFC, yang didirikan pada tahun 2019, merupakan lembaga keuangan pembangunan AS yang bermitra dengan sektor swasta. Lembaga ini bertugas membiayai proyek infrastruktur, energi, dan kesehatan di negara berpenghasilan rendah hingga menengah, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung kebijakan luar negeri AS. “Ini akan tersedia untuk semua Perusahaan Pelayaran,” kata Trump. Selat Hormuz, yang terletak di utara Iran dan berdekatan dengan Uni Emirat Arab serta Oman di selatan, merupakan rute perdagangan vital bagi pasokan minyak dunia.
Iran sendiri merupakan salah satu negara pemasok minyak utama dan masuk dalam 10 besar penghasil minyak terbanyak di dunia, menjadikan blokade selat ini memiliki konsekuensi global yang signifikan.









