Bank Unhas Siap Bertransformasi Digital, Dukung Pembiayaan Inovatif bagi Mahasiswa dan Dosen

MAKASSAR – UNIVERSITAS Hasanuddin (Unhas) serius menggarap masa depan keuangan kampus dengan mematangkan rencana transformasi digital Bank Unhas. Hal ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Direktorat Pengembangan Usaha dan Pemanfaatan Aset Unhas, Rabu (17/12/2025) di Unhas Hotel, Makassar.

FGD bertajuk “Peluang Pengembangan Inovasi Digitalisasi dan Modernisasi Bank Unhas dalam Kerangka Unhas PTNBH” ini bukan sekadar wacana, melainkan langkah konkret untuk merumuskan arah pengembangan bank milik kampus tersebut.

Unhas menghadirkan pimpinan tiga lembaga keuangan kunci: OJK, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan, sebagai sinyal komitmen untuk membangun tata kelola yang kuat dan berorientasi inovasi.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menegaskan bahwa status Unhas sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) membuka otonomi luas, termasuk dalam pengelolaan keuangan.

“Bank Unhas hadir sebagai instrumen pendukung yang diharapkan mampu menyediakan layanan pembiayaan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan tridarma. Kami membayangkan, ke depan, bank ini dapat mendukung pengembangan startup mahasiswa dan inovasi para dosen melalui skema pembiayaan yang inklusif,” jelas Prof. Jompa.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, memaparkan peta jalan digitalisasi. Strateginya akan dimulai dari layanan dasar yang dekat dengan keseharian sivitas akademika.

“Seperti pembayaran UKT, pembelian pulsa dan token listrik, pembayaran rutin, transfer, hingga remitansi,” ujarnya.

Dari transaksi sehari-hari ini, Bank Unhas akan membangun basis data transaksi yang kuat sebagai pondasi untuk mengembangkan layanan keuangan yang lebih kompleks dan berkelanjutan.

Ketua Majelis Wali Amanat Unhas, Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M.Si., menambahkan visi yang lebih besar. “Kita berharap Bank Unhas tidak hanya menjadi pendukung internal, tetapi berkembang menjadi model rujukan dan *benchmarking* bagi bank kampus lainnya di Indonesia,” harap Prof. Unde.

Kehadiran perwakilan OJK dan LPS dalam FGD ini menekankan pentingnya kerangka regulasi dan manajemen risiko. Para narasumber memberikan perspektif strategis agar transformasi digital Bank Unhas tidak hanya inovatif, tetapi juga sehat, aman, dan sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku.

Diskusi intensif dalam FGD ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk menjadikan Bank Unhas sebagai bank kampus yang modern, adaptif, dan berdaya saing.

Langkah ini sejalan dengan visi Unhas untuk menjadi episentrum PTNBH digital di Kawasan Timur Indonesia, memperkuat kemandirian finansial, dan mendorong iklim inovasi di dalam kampus. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *