Wabup Barru Lepas Kafilah MTQ Sulsel, Tekankan Mental, Disiplin, dan Keikhlasan

Barru, Wartana – Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, secara resmi melepas kafilah Kabupaten Barru untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 tingkat Sulawesi Selatan di Maros. Pelepasan berlangsung di Baruga Singkeru Adae, Rumah Jabatan Bupati Barru, Sabtu pagi (11/04/2026).

Dalam kesempatan itu, Abustan mewakili Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, yang berhalangan hadir karena agenda di Makassar. Ia turut menyampaikan salam hormat sekaligus pesan khusus kepada seluruh kafilah yang akan berlaga.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menyoroti kondisi peserta yang terlihat tegang menjelang keberangkatan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga ketenangan mental agar mampu tampil optimal.

“Pernah ada yang seharusnya juara satu, tapi karena stres, hanya satu ayat salah. Padahal semua orang sudah yakin dia nomor satu. Ini pelajaran penting,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi psikologis yang baik menjadi faktor penting dalam menunjang performa peserta. Ia pun meminta tim pendamping memastikan kebutuhan kafilah terpenuhi dengan baik.

“Kalau mau tampil maksimal, anak-anak kita harus bahagia. Jangan sampai terlambat makan. Kalau perlu siapkan dapur 1×24 jam. Anak lapar, makan. Itu penting,” tegasnya.

Selain kesiapan mental, Abustan juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik, termasuk asupan vitamin, mengingat kondisi tubuh sangat memengaruhi kualitas penampilan.

Dalam aspek pembinaan, ia menegaskan pentingnya disiplin, mulai dari kepatuhan terhadap arahan pelatih hingga pengaturan waktu istirahat dan penggunaan gawai.

“Kalau disuruh istirahat, istirahat. Jangan terlalu banyak pegang handphone. Istirahat jam 9, ya jam 9. Bangun tahajud, salat berjamaah, dan perbanyak doa,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kekuatan spiritual.

“Sehebat apa pun suara kita, kalau Allah tidak berkehendak, tidak akan jadi. Tapi kalau Allah berkehendak, insyaAllah bisa juara,” katanya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari syiar Islam dan pembentukan karakter.

“Juara itu penting, tapi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah bagaimana memahami Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Abustan juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pejabat daerah, agar kualitas bacaan Al-Qur’an semakin baik.

“Kita ini semua perlu belajar. Harus ada pembinaan, supaya bacaan Al-Qur’an kita semakin baik. Jangan sampai masih ada yang keliru,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan kepada para peserta, termasuk mendorong pemberian apresiasi bagi yang berprestasi.

“Insya Allah kita terus berdoa. Kami juga akan berupaya semaksimal mungkin agar para juara di tingkat provinsi nantinya dapat diberikan hadiah umrah. Hal ini akan kami laporkan dan mohonkan izin kepada Ibu Bupati,” ujarnya.

Menutup arahannya, ia mengingatkan seluruh kafilah untuk menjaga nama baik daerah selama mengikuti MTQ.

“Dan yang terakhir, jagalah nama baik Barru. Kita ini membawa nama ‘Barru’, yang selaras dengan makna Al-Barru — Yang Maha Baik, Maha Penuh Kasih. Dalam Surah At-Tur ayat 28 disebutkan: Innahu huwal barrur rahim — sesungguhnya Allah Maha Melimpahkan Kebaikan lagi Maha Penyayang,” ujarnya.

“Maka, tunjukkan akhlak terbaik di kampung orang. Apa pun yang terjadi selama di Maros nanti, hadapi dengan sabar. Karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar — Innallaha ma’as shabirin. Dan yang tidak kalah penting, ikhlaslah menerima setiap hasil yang diperoleh,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, H. Imran, menyampaikan optimisme terhadap capaian kafilah Barru di ajang MTQ tahun ini.

“Kita punya prinsip, pergi berlomba harus juara. Mudah-mudahan tahun ini kafilah Barru bisa meningkatkan capaian prestasinya,” ujarnya.

Ia juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah bagi peserta yang meraih prestasi.

Sebelumnya, laporan kesiapan kafilah disampaikan oleh Ketua LPTQ Kabupaten Barru yang diwakili Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra, H. Jamaluddin. Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Barru mengirimkan 120 orang kafilah yang terdiri dari peserta, pelatih, dan ofisial.

Para peserta akan mengikuti berbagai cabang lomba, mulai dari tilawah, hifdzil Qur’an, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, kaligrafi, tafsir Al-Qur’an, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an.

Kabupaten Barru menargetkan peningkatan prestasi dengan harapan dapat menembus 10 besar tingkat provinsi, sekaligus memperkuat peran MTQ sebagai bagian dari syiar Islam dan menjaga identitas daerah sebagai “Kota Santri”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *