Ningbo, Wartana.com – Langkah tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, harus terhenti di babak 16 besar Badminton Asia Championships (BAC) 2026. Alwi Farhan mengakui faktor emosi menjadi salah satu penyebab utama kekalahannya saat menghadapi unggulan ketujuh dari Jepang, Kodai Naraoka, pada Kamis (9/4/2026) di Ningbo, China.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center, Alwi Farhan takluk dua game langsung dengan skor 16-21 dan 17-21. Usai laga, Alwi menyampaikan penyesalannya atas hasil yang diraih. “Saya menyesal, namun balik lagi dalam badminton bisa menang dan juga bisa kalah,” ucap Alwi. Ia juga menambahkan, ”Saya kurang puas dengan permainan saya tadi.”
Pemain muda Skuad Merah Putih itu mengakui bahwa ia lebih banyak berada di bawah tekanan menghadapi Naraoka yang memiliki pengalaman lebih banyak di level tertinggi bulutangkis dunia. “Saya tertekan terus dan beberapa kali terpancing emosi,” jelas Alwi. Ia menduga bahwa hal tersebut merupakan strategi lawan. “Mungkin itu trik bermain lawan, saya akan belajar untuk kembali lebih kuat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Alwi Farhan menyoroti keunggulan lawannya yang dinilai sangat lihai dalam memainkan ritme dan memancing emosi. “Keunggulan lawan menurut saya, dia bisa memainkan pertandingan yang unik,” tutur Alwi. ”Dan juga pandai memancing emosi lawan,” tambahnya.
Meskipun kalah dan langkahnya terhenti di BAC 2026, Alwi Farhan menegaskan komitmennya untuk segera kembali berlatih keras. Ia berencana untuk mempersiapkan diri jelang kejuaraan selanjutnya. “Selanjutnya saya mau berlatih lagi,” ucap Alwi. “Untuk persiapan Thomas dan Uber Cup 2026,” pungkasnya.









